Harta Karun dari Tanjung Priok yang Kini Jadi Simpanan Pejabat

Rabu, 08 Juni 2022 - 18:28 WIB
loading...
Harta Karun dari Tanjung Priok yang Kini Jadi Simpanan Pejabat
Toyota Land Cruiser FJ40 yang sempat dirakit di Tanjung Priok kini sangat sulit dicari. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Mobil tua legendaris Toyota Land Cruiser FJ40 menjadi harta karun yang sulit dicari. Selain harganya yang mencapai Rp500 juta, mobil FJ40 dalam kondisi baik dan orsinil kini menjadi simpanan pejabat.

Berdasarkan penelusuran SINDOnews di website jual beli, untuk harga 1 unit mobil tua terbilang luar biasa. Bahkan dalam keadaan mati total dan berkarat alias rongsok masih dijual pada angka di atas Rp100 juta.

BACA JUGA - Terjual Rp4,7 Miliar, Inilah Vespa Tua yang Sulit Dicari seperti Harta Karun

Sejarah Toyota Land Cruiser lahir dari prototipenya yang dikembangkan sejak tahun 1951 oleh Toyota Motor Corporation di Jepang.

Lalu, pada tahun 1954, nama Land Cruiser mulai dikenalkan Toyota secara resmi dan langsung memiliki kompetitor di Inggris dengan nama Land Rover. Keduanya terus berkompetisi dengan produk mobil SUV tangguh hingga saat ini.

Dalam kode bahasa desain Toyota, mobil ini memiliki kode J. Kode FJ40 berarti mobil ini adalah Toyota seri J (Land Cruiser) dengan mesin seri F generasi 4 dengan model bodi 0.

Sejarah Toyota Land Cruiser menggambarkan banyaknya seri dan perkembangan yang ada di mobil ini. Pada tahun 1951-1955 seri Toyota Land Cruiser di awal kemunculannya dikenal sebagai BJ dan FJ.

Masuk dalam keluarga seri 40, sejarah Toyota Land Cruiser ini berawal dari rombongan pejabat militer Indonesia yang mengunjungi Jepang pada tahun 1960 dan terpesona dengan mobil ini. Kala itu FJ40 jadi kendaraan militer Jepang.

Pemerintah Indonesia pun akhirnya mengimpor mobil ini untuk kendaraan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Saat itu, mobil ini terkenal dipakai oleh Resimen Tjakrabirawa, pasukan yang bertugas khusus menjaga keamanan Presiden RI pada zaman pemerintahan Soekarno.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1147 seconds (10.101#12.26)