NHTSA Catat 400 Kecelakaan Terjadi Gara-gara Autopilot
Jum'at, 17 Juni 2022 - 22:51 WIB
loading...
Tesla, yang memiliki sekitar 830.000 mobil dengan autopilot di jalan menyumbang 273 kasus atau sekitar 70 persen dari total kecelakaan yang terjadi, disusul oleh Honda melaporkan 90 kecelakaan. FOTO/ IST
A
A
A
BEIJING - Laporan regulator keselamatan Amerika Serikat mengungkap bahwa setidaknya ada 400 kecelakaan terjadi pada mobil dengan autopilot atau sistem bantuan pengemudi.
Tesla, yang memiliki sekitar 830.000 mobil dengan autopilot di jalan menyumbang 273 kasus atau sekitar 70 persen dari total kecelakaan yang terjadi, disusul oleh Honda melaporkan 90 kecelakaan.
BACA JUGA - Pabrik Tesla di China akan Buat Tesla Termurah di Dunia
Ini sangat disayangkan mengingat para produsen sendiri sudah sering kali menekankan bahwa pengemudi harus tetap siap dalam mengendalikan mobil meskipun dalam sistem autopilot menyala.
Sejumlah pihak menilai masyarakat belum cukup siap menerima teknologi autopilot ini dan perusahaan pun disebut terlalu cepat mendorongnya, memprioritaskannya, dibanding keselamatan publik.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengumpulkan laporan kecelakaan tersebut dari periode Juli 2021 hingga Mei 2022, laporan terbesar untuk kategori ini.
NHTSA mengatakan laporan itu memberikan data penting yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan kebijakan untuk meningkatkan keamanan teknologi ini.
Laporan tersebut membawa data baru ke perdebatan mengenai keamanan mobil dengan sistem autopilot dan pendekatan peraturan yang sesuai untuk kendaraan tersebut.
Tesla, yang memiliki sekitar 830.000 mobil dengan autopilot di jalan menyumbang 273 kasus atau sekitar 70 persen dari total kecelakaan yang terjadi, disusul oleh Honda melaporkan 90 kecelakaan.
BACA JUGA - Pabrik Tesla di China akan Buat Tesla Termurah di Dunia
Ini sangat disayangkan mengingat para produsen sendiri sudah sering kali menekankan bahwa pengemudi harus tetap siap dalam mengendalikan mobil meskipun dalam sistem autopilot menyala.
Sejumlah pihak menilai masyarakat belum cukup siap menerima teknologi autopilot ini dan perusahaan pun disebut terlalu cepat mendorongnya, memprioritaskannya, dibanding keselamatan publik.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengumpulkan laporan kecelakaan tersebut dari periode Juli 2021 hingga Mei 2022, laporan terbesar untuk kategori ini.
NHTSA mengatakan laporan itu memberikan data penting yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan kebijakan untuk meningkatkan keamanan teknologi ini.
Laporan tersebut membawa data baru ke perdebatan mengenai keamanan mobil dengan sistem autopilot dan pendekatan peraturan yang sesuai untuk kendaraan tersebut.
Lihat Juga :