Intip Kerennya Mobil Listrik Hyundai Made In Bekasi, Ternyata Ada Andil KB Bukopin

Kamis, 28 Juli 2022 - 07:55 WIB
loading...
Intip Kerennya Mobil...
Mobil listrik Hyundai Ioniq 5. (Dok: iNews.id)
A A A
JAKARTA - Mobil listrik kini tengah digandrungi para pencinta otomotif Tanah Air. Banyaknya mobil listrik yang telah tersedia di pasaran dan mengaspal di jalanan menjadi bukti nyata peralihan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik sedang terjadi di Indonesia.

Mobil yang tak menghasilkan emisi ini juga digadang-gadang menjadi pendorong berkembangnya energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Tak heran, animo masyarakat begitu terasa dalam meyambut berbagai keluaran mobil listrik yang terbaru.

Salah satunya seri mobil listrik yang diproduksi Hyundai, yaitu Hyundai Ioniq. Seri Hyundai Ioniq 5 ini menjadi mobil listrik pertama yang sepenuhnya dibuat di Indonesia, tepatnya di pabrik Hyundai yang berlokasi di Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.

Sejak diperkenalkan pada Maret 2022, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan total surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) Ioniq 5 sebanyak 1.700 unit.

Mobil ini pun menjadi EV pertama Hyundai yang dibangun di atas Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Hyundai Ioniq 5 menyematkan teknologi Vehicle-to-Load (V2L), yaitu fitur yang memungkinkan pengguna memperoleh daya listrik hingga sebesar 3,6 kW untuk mengisi ulang daya berbagai perangkat listrik, seperti sepeda listrik, skuter listrik, atau peralatan berkemah.

Tak hanya itu, Ioniq 5 bahkan memiliki jarak tempuh hingga 481 Kilometer dengan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,4 detik. Uniknya, mobil ini memiliki lima pilihan warna eksterior, yaitu Optic White, Magnetic Silver Metallic, Titan Grey Metallic, Midnight Black Pearl, dan Gravity Gold Matte.

Seperti diketahui, untuk tipe yang ditawarkan, yaitu Prime Standard Range dibanderol Rp718 juta, Prime Long Range seharga Rp759 juta, Signature Standard Range sebesar Rp779 juta dan Signature Long Range yang mencapai Rp829 juta on the road (OTR) Jakarta.

Tak hanya Ioniq 5, Hyundai juga menjadi pionir mobil listrik yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia dengan kehadiran Hyundai Kona. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), model mobil (BE) Hyundai mendominasi penjualan ritel kendaraan listrik dengan pangsa pasar 87,3 persen.

Melihat penjualan mobil listrik yang cukup tinggi ini, perusahaan pembiayaan pun optimistis dengan sektor baru tersebut. Salah satunya KB Bukopin, melalui Korean Link Business.

Mengenal Layanan Korean Link Business
Intip Kerennya Mobil Listrik Hyundai Made In Bekasi, Ternyata Ada Andil KB Bukopin

(Foto: dok KB Bukopin)

Korean Link Business merupakan inisiasi yang didukung oleh KB Kookmin Bank selaku Ultimate Shareholder. Layanan ini berfokus pada perusahaan berbasis Korea yang beroperasi di Indonesia.

Ekspansi bisnis tersebut meliputi penyaluran kredit (lending), penghimpunan dana, garansi bank, serta fasilitas trade finance seperti LC, SKBDN, dan standby LC. Langkah ini merupakan salah satu upaya KB Bukopin yang didukung oleh KB Kookmin Bank untuk menjadi bank global ke depannya.

Hingga Q1-2022, sebanyak 51 perusahaan Korea telah terjaring dalam Korean Link Business KB Bukopin. Adapun 44 di antaranya dalam penghimpunan dana (funding) dan tujuh lainnya dalam penyaluran kredit (lending) dan trade finance.

Sejak Korean Link Business dijalankan pada Q1-2021, tingkat penghimpunan dana (funding) meningkat Rp6,3 triliun menjadi Rp7,8 triliun. Sementara penyaluran kredit (lending) sampai dengan 31 Desember 2021 telah mencapai Rp420 miliar.

Wakil Direktur Utama Robby Mondong mengatakan, “Bank KB Bukopin telah memberikan pembiayaan kepada dealer authorized Hyundai dan melakukan kerja sama pembiayaan atau join financing dengan PT Sunindo Kookmin Best Finance (SKBF) untuk penyaluran kredit kepada konsumen selaku end user mobil listrik.”

Selain pinjaman untuk para dealer Hyundai Motor Indonesia, yaitu dalam produk dealer financing, KB Bukopin juga menyediakan layanan untuk konsumen end user. Perusahaan ini menyediakan produk pinjaman dengan plafond maksimal Rp1,5 miliar, serta DP yang terjangkau (20 persen).

Tak perlu khawatir, nasabah dapat memanfaatkan financing KB Bukopin ini untuk mengakses kepemilikan mobil listrik Hyundai dengan mudah. Menurut Korean Link Business Division Head Kim Jong Un, “Untuk mendapatkan mobil listrik dari, konsumen dapat mengunjungi Bank KB Bukopin terdekat, dan bank akan membantu mencarikan stok mobil listrik di dealer authorized Hyundai yang ready saat ini, serta menyediakan produk kredit kendaraan bermotor bagi nasabah (auto loan).”

Melalui kerja sama ini, Robby Mondong berharap agar KB Bukopin bersama Hyundai dapat terus berkontribusi mendukung arus pengembangan mobil listrik di Tanah Air agar dapat berjalan lebih baik dan stabil.

“Harapannya, Perseroan dapat berkontribusi untuk menyalurkan pembiayaan yang mendukung kestabilan keramahan lingkungan melalui pembiayaan kepada dealer authorized partner Hyundai dan membantu konsumen mendapatkan fasilitas pembiayaan mobil listrik,” tuturnya.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap KB Bukopin dan mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan dengan energi baru terbarukan (eBT) melalui penggunaan mobil listrik. Informasi lebih lanjut mengenai layanan perbankan lainnya dari KB Bukopin dapat diakses melalui laman resmi KB Bukopin atau hubungi Hallo KB Bukopin 14005. CM
(srf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
Rekomendasi
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Senator: Tambahan Penerima...
Senator: Tambahan Penerima Bantuan Pangan Harus Diiringi Penguatan Data dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita Terkini
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved