Evergrande Bukti Mobil Listrik China Tak Selalu Diminati
Selasa, 06 Desember 2022 - 15:22 WIB
loading...
Evergrande New Energy Vehicle Group dilaporkan telah menghentikan produksi massal Hengchi 5 yang sepenuhnya listrik setelah berjalan lima pekan produksi. FOTO/ IST
A
A
A
BEIJING - Produsen di industri otomotif saat ini sedang berlomba untuk menciptakan mobil listrik sebagai kendaraan masa depan. Bahkan, mereka rela mengeluarkan uang triliunan rupiah untuk berinvestasi mengembangkan kendaraan lsitrik.
BACA JUGA - Mobil Listrik Baru Lebih Bermasalah Dibanding Mobil Listrik Lama
Investasi tersebut dilakukan untuk melakukan pengembangan dan mematangkan rancangan mobil listrik mereka agar diterima masyarakat. Ini yang sedang dilakukan produsen-produsen besar sebelum masuk ke era elektrifikasi.
Padahal, produsen lain yang sudah memasarkan kendaraan listrik mereka di Indonesia terbukti diminati banyak orang. Tapi, di sisi lain ada ancaman yang mengintai kendaraan mereka tidak diterima masyarakat luas seperti milik Evergrande.
Dikutip dariCarScoops, Evergrande New Energy Vehicle Group dilaporkan telah menghentikan produksi massal Hengchi 5 yang sepenuhnya listrik setelah berjalan lima pekan produksi.
Berdasarkan penuturan dari dua sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengklaim bahwa rencana produksi perusahaan berantakan karena minimnya peminat pesanan untuk SUV listrik tersebut.
BACA JUGA - Mobil Listrik Baru Lebih Bermasalah Dibanding Mobil Listrik Lama
Investasi tersebut dilakukan untuk melakukan pengembangan dan mematangkan rancangan mobil listrik mereka agar diterima masyarakat. Ini yang sedang dilakukan produsen-produsen besar sebelum masuk ke era elektrifikasi.
Padahal, produsen lain yang sudah memasarkan kendaraan listrik mereka di Indonesia terbukti diminati banyak orang. Tapi, di sisi lain ada ancaman yang mengintai kendaraan mereka tidak diterima masyarakat luas seperti milik Evergrande.
Dikutip dariCarScoops, Evergrande New Energy Vehicle Group dilaporkan telah menghentikan produksi massal Hengchi 5 yang sepenuhnya listrik setelah berjalan lima pekan produksi.
Berdasarkan penuturan dari dua sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengklaim bahwa rencana produksi perusahaan berantakan karena minimnya peminat pesanan untuk SUV listrik tersebut.
Lihat Juga :