Taksi Listrik Blue Bird BYD e6 Ini Sudah Melaju 500.000 Km, Bagaimana Rasanya?

Jum'at, 23 Desember 2022 - 09:32 WIB
loading...
Taksi Listrik Blue Bird...
eTaxi Blue Bird BYD e6 jadi pilihan bagi pengguna untuk mendapatkan sensasi berbeda mobil listrik. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Sebelum ramai mobil listrik, sebenarnya perusahaan taksi Blue Bird sudah terlebih dulu mengoperasikan armada taksi listrik (disebut e-Taxi). Beberapa armada e-Taxi Blue Bird paling awal adalah Tesla Model X 75D (Silver Bird) dan juga BYD e6 di kelas reguler.

Nah, SINDONews berkesempatan mencoba langsung BYD e6 dari bandara menuju Bogor. Menariknya lagi, mobil listrik BYD e6 lansiran 2019 itu sudah menembuh jarak lebih dari 500.000 kilometer.

“BYD e6 ini tergolong tahan banting dibandingkan mobil listrik lainnya. Saya paling suka membawa mobil ini,” ujar pengemudi e-Taxi Blue Bird Marino.

Berbeda dengan Tesla, Prius, ataupun mobil listrik keluaran Hyundai, BYD e6 adalah mobil listrik yang memang digunakan untuk armada taksi. Sejak 2013, mobil tersebut sudah dipakai di Inggris, Belanda, Brazil, Kolombia, Belgia, Singapura, dan Thailand.

Meski tampangnya mirip sedan, tapi BYD e6 masuk ke dalam kategori MPV 5-penumpang. Panjangnya 4.560 mm, lebar 1.822 mm, dan tinggi 1.630 mm dengan wheelbase-nya 2.830 mm.

Taksi Listrik Blue Bird BYD e6 Ini Sudah Melaju 500.000 Km, Bagaimana Rasanya?

Ini membuat ruang kaki di baris kedua lega. Begitupun bagasi yang cukup luas. Untuk panel pintu dan dashboard masih memakai plastik keras. Tapi, tuas kemudi sudah dibalut kulit. Sudah ada electric parking brake (EPB). Begitupun layar infotainment yang menampilkan berbagai informasi soal jarak tempuh, baterai, dan lainnya. Tergolong mewah untuk mobil lansiran 2019.

Menggunakan motor listrik bertipe AC Synchronous Motor (Brushless), e6 memiliki tenaga 121 dk (90 kW) dengan torsi 450 Nm, disokong baterai lithium iron dengan kapasitas 80 kWh. Butuh waktu 2 jam untuk mengisi baterai dari kondisi kosong sampai ke penuh.

Taksi Listrik Blue Bird BYD e6 Ini Sudah Melaju 500.000 Km, Bagaimana Rasanya?

Soal keselamatan, e6 dilengkapi dengan fitur Anti-lock Braking System (ABS) yang dipasok dari Bosch, 6 airbag terbagi posisinya dua di dashboard, dua di belakang jok depan dan dua di samping baris kedua. Ada juga teknologi ESP (Electronic Stability Program).

“Mobil listrik memang lebih hemat dibandingkan mobil biasa,” beber Marino.

Untuk biaya ngecas di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) adalah Rp 2.500 per kWh. Sementara di Pool resmi milik Blue Bird lebih murah Rp 1.000 per kWh.

“Untuk pengisian full butuh sekitar 80 kWH (Rp 80 ribu- Rp 200 ribu). Mobil bisa menempuh jarak hampir 400 kilometer,” ungkap Marino.

Meski sudah menempuh jarak total 513.610 km (per hari sekitar 700 km), Marino menyebut bahwa kondisi mobil masih sangat prima.

“Kondisi baterai masih sangat baik. Selama ini pergantian spare part hanya ada di kaki-kaki, soket-soket, rem dan kampas rem, error di electric parking brake, atau baterai management system,” ungkapnya.

“Untuk penanganan umum seperti kaki-kaki bisa kami tangani sendiri. Tapi, untuk urusan baterai seperti reset atau upgrade kelistrikan, harus dilakukan oleh teknisi langsung dari China,” tambahnya.

Marino mengakui, pengemudi e-Taxi harus pintar-pintar memperkirakan jarak tempuh. “Kita harus bisa mengukur baterai untuk pulang pergi. Misalnya baterai di 50 persen, maka toleransi maksimalnya di Sentul atau Bekasi,” ungkapnya. Ia mengakui, pernah beberapa kali hampir kehabisan baterai karena salah memperkirakan jarak.

BACA JUGA: Skuter Listrik Mercedes-Benz Dibanderol Rp37 Juta, Minat?

Bagi penumpang, tarif mobil listrik memang sedikit lebih mahal. Yakni antara Rp 5.000-Rp 5.300 per kilometer dan tarif buka pintu Rp 8.500.

Bandingkan dengan tarif taksi reguler Rp 4.600 per kilometer dan tarif buka pintu Rp 6.500. Tapi, memang mencoba mobil listrik punya sensasi berbeda. Selain mobil tidak bersuara, juga lebih nyaman.

Dari pertama berangkat di bandara Soekarno Hatta baterai mobil di angka 88 persen dan sampai di Bogor indikator masih di 67 persen. Artinya,sangatirit.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Belum Berniat ke Listrik,...
Belum Berniat ke Listrik, Aston Martin Berjuang Mempertahankan Mesin V12
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved