Raup Ribuan Dolar dari Aplikasi Game Edukasi

Sabtu, 02 April 2016 - 06:11 WIB
Raup Ribuan Dolar dari...
Raup Ribuan Dolar dari Aplikasi Game Edukasi
A A A
ORANG tua yang memiliki anak usia balita sampai 12 tahun, pasti sudah tidak asing dengan ucapan “educa studio, mari berlajar dan bermain”. Ya, kalimat yang selalu keluar ketika membuka game edukasi anak-anak berbasis Android itu sudah begitu familiar di kalangan masyarakat.

Game edukasi mulai dari belajar membaca, mengaji, mengenal huruf hijaiyah, berhitung sampai belajar Salat itu, menjadi salah satu game edukasi yang cukup digemari karena bisa membantu anak-anak balita belajar.

Kini, Game Educa tersebut sudah diunduh jutaan orang dan terdapat lebih dari 200 aplikasi game edukasi yang dikeluarkan.

Siapa sangka, pencipta ratusan game edukasi berbasis Android itu adalah pemuda brilian asal Salatiga, Jawa Tengah bernama Andi Taru Nugroho. Sejak 2012, dia bersama timnya mampu memproduksi sebanyak 200 aplikasi game yang siap diunduh di Android.

Produk game Marbel dan Friend's diperuntukkan untuk anak usia 6-12 tahun. Pendidikan yang dituangkan lebih memilih konsep belajar menyenangkan.

Andi, yang juga Founder Game Educa mengungkapkan, Educa berdiri 1 April 2012 di kamar rumah yang sempit.

Dia bercerita, inspirasi untuk membuat aplikasi game muncul saat dirinya mengalami keterpurukan. Saat itu, usai menikah perusahaan swasta tempatnya bekerja, mengalami keterpurukan dan memaksanya keluar. Parahnya, pada saat itu istrinya juga keluar dari pekerjaan.

Kondisi itu membuat dia harus memutar otak mencari ide bisnis agar bisa bertahan hidup. Berbekal kemampuannya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), akhirnya dia berusaha mengotak-atik program menggunakan komputer di kamarnya. “Berangkat dari kondisi itulah, mimpi baru membuat aplikasi game tersebut bermula,” katanya.

Dia mengungkapkan, ide awalnya adalah membuat game edukasi. Waktu itu dia berpikir, dengan membuat game edukasi, akan memberikan manfaat ganda. Pertama bisa bermanfaat untuk masyarakat dan kedua tentunya akan menghasilkan materi.

“Setelah dipikir dan dikonsep secara matang, akhirnya kami mengawali dengan mengajak dua anggota yakni seorang artwork dan game programe. “Awalnya produk pertama adalah aplikasi PC dan belum Android,” tuturnya.

Setelah melalui proses uji coba berkali-kali, akhirnya tim tersebut merilis 10 aplikasi game pendidikan untuk anak usia 2 hingga 12 tahun. Hasilnya cukup menggembirakan, sebab dalam kurun waktu seminggu, aplikasi tersebut di-download oleh 4.000 orang. Namun, saat itu dirinya belum mendapatkan keuntungan karena aplikasi tersebut di-download secara gratis.

Pada 2012, Android Market masuk Indonesia. Saat itulah, dia pertama kali mengenal pasar Android dan berusaha memasukinya. Tepatnya 21 Oktober 2012, dia mulai melihat adanya keajaiban magic dalam bisnis tersebut. Dia mendapat transfer pertama sebanyak USD100 melalui rekening bank.

Dari situ dia melihat peluang semakin besar. Akhirnya dia memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman ke bank sebesar Rp600 juta untuk melengkapi peralatan dan kebutuhan dalam pembuatan game. “Kami tagretkan waktu itu tahun 2013 harus bisa menciptakan 100 game dan berhasil,” kenangnya.

Perkembangan pesat itu membuat Andi kian bersemangat untuk membuat target lebih banyak lagi. Dia mengenal Google analytic, aktivitas user, sumber download-nya bagaimana, produk mana yang disukai user, fitur apa yang disukai, per-kota bisa bisa dipantau.

Pria kelahiran Sidorejo Lor RT 8 RW 7 Kecamatan Sido Lor Salatiga, mengakui hingga 2015, Andi memperbanyak tim menjadi 13 orang. Produktivitas tim tersebut ternyata sangat luar biasa. Sebab, selama dalam kurun waktu kurang lebih 4 tahun, tim tersebut mampu menciptakan sebanyak 200 game.

Kini, dia bersama tim tidak hanya memproduksi game edukasi Marbel, namun juga aplikasi lain seperti Kabi (Kisah Nabi), dan Kolak (Koleksi Lagu Anak). Dia juga melibatkan arranger musik khusus lagu anak dari Yogyakarta dan beberapa penulis lagu anak.

"Kami bersama mengetahui lagu anak tidak ada yang baru. Maka kami membikin aplikasi lagu anak yang isinya juga bernilai edukatif," ujarnya.

Bersama Marbel dan Friend's, lulusan S2 IT Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga tersebut kini sukses meraup omzet di atas USD5.000 per bulan, dan mampu menggaji 13 karyawan serta membeli sebuah kantor di kawasan Jalan Giling Rejo, Gendongan, Salatiga, Jawa Tengah.
(dmd)
Berita Terkait
Gandeng Daihatsu, Inilah...
Gandeng Daihatsu, Inilah Fasilitas di Resta Pendopo KM 456 Tol Semarang-Solo
Lanjutkan S2, Lima Anggota...
Lanjutkan S2, Lima Anggota BTS masuk Hanyang Cyber University
Gunakan Satu Kartu E-Toll...
Gunakan Satu Kartu E-Toll untuk Dua Mobil, Pengemudi Kaget Didenda Rp800 Ribu!
5 Cara Cek Rest Area...
5 Cara Cek Rest Area Terdekat Lewat HP Saat Mudik Lebaran 2025, Mudah Banget!
9 Rest Area Terindah...
9 Rest Area Terindah di Indonesia, Referensi Tempat Istirahat Nyaman saat Mudik
5 Rekomendasi Rest Area...
5 Rekomendasi Rest Area Terbaik di Jawa Tengah untuk Melepas Lelah
Berita Terkini
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Ikuti Jejak Honda, Ini...
Ikuti Jejak Honda, Ini Alasan Toyota Mendadak Bunuh Mobil Listrik Terbaiknya Lexus LF-ZC?
Tata Motors Gandeng...
Tata Motors Gandeng Chery Kembangkan Mobil Listrik Mewah Avinya
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved