Mobil Self-Driving Google Belum Teruji Hadapi Musim Salju

Minggu, 25 Desember 2016 - 11:06 WIB
Mobil Self-Driving Google...
Mobil Self-Driving Google Belum Teruji Hadapi Musim Salju
A A A
NEW YORK - Google telah mengembangkan mobil sejak 2009 dan salah satu dari statistik favorit untuk berbagi tentang proyek ini adalah mobil self-driving tersebut mencatat perjalanan lebih dari 2 juta mil. Google pekan lalu telah telah mengumumkan perusahaan baru untuk mobil otonom yang disebut Waymo.

Seperti dikutip dari Business Insider, Minggu (25/12/2016), jarak tempuh tidak boleh dianggap enteng. Mobil Google dinilai luar biasa tanggap dan dapat mengenali obyek sulit sekelas mobil self-driving.

Namun, Google merasa ada tekanan dari pesaing seperti Uber dan Tesla, raksasa teknologi ini belum menguji mobilnya dalam keadaan cuaca dingin atau kondisi bersalju. Karena orang yang berasal dari Pantai Timur atau Midwest bisa membuktikan bahwa mengemudi di salju adalah keterampilan yang diperlukan.

Salju menimbulkan set tertentu dari tantangan untuk mobil self-driving karena dapat membingungkan sistem yang mereka andalkan untuk mendapatkan wilayah sekitar, seperti kamera dan LIDAR, sensor yang menggunakan laser untuk memetakan mobil di lingkungan sehingga dapat "melihat" dunia.

Ketika ada salju di tanah, kamera dan LIDAR memiliki waktu yang sulit melihat jalan spidol, mobil tersebut harus mampu mencegah jalur yang banyak air dan menavigasi dengan aman. Salju juga dapat membuat lebih sulit untuk mendeteksi rintangan yang tak terduga.

"Salju berat dan hujan cenderung membingungkan sensor LIDAR dan juga kamera," kata John Dolan, prinsip ilmuwan sistem di Carnegie Mellon Robotics Institute.

Mobil self-driving umumnya menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh salju dan bagaimana mereka berencana untuk mengatasinya. Januari lalu, Ford berhasil menguji salah satu mobil self-driving di salju untuk pertama kalinya.

"Itu salah satu hal untuk mobil self-driving dalam cuaca yang sempurna, itu cukup untuk melakukannya ketika sensor mobil tidak bisa melihat jalan karena tertutup salju," ujar Jim McBride, pemimpin teknis Ford untuk kendaraan otonom.

"Cuaca tidak sempurna, dan itulah mengapa kami melakukan pengujian kendaraan otonom di kondisi dingin-untuk sekitar 70% dari penduduk AS yang tinggal di daerah bersalju," kata dia.

Ford masih memiliki jalan panjang untuk mempersiapkan kondisi salju yang nyata-tes tidak terjadi di jalan umum, tapi di situs pengujian MCity di Ann Arbor, Michigan. Namun, mengingat Ford sudah memiliki kampus dalam keadaan yang sering bertahan salju, itu posisi yang lebih baik daripada yang lain terutama pengujian di negara-negara seperti California dan Nevada.

General Motors mengumumkan pekan lalu bahwa dia akan mulai menguji mobil self driving di Michigan karena cuaca dingin untuk melakukan pengujian. Michigan menjadi negara pertama yang lulus peraturan untuk pengujian, penggunaan, dan penjualan mobil self-driving pada awal Desember. Hal ini memberi kesempatan untuk menguji di dekat Pusat Teknologi GM di Warren, Michigan.

Bahkan Uber telah mengatakan itu mempersiapkan mobil untuk kondisi cuaca ekstrem di Pittsburgh, lokasi program percontohan pertama yang diluncurkan pada September.

Namun, Google belum membuat pengumuman apapun tentang pengujian dalam cuaca dingin dan salju. Saat ini Google menguji mobil di Mountain View, California; Metro Phoneix, Arizona; Austin, Texas; dan Kirkland, Washington.

Dalam pembelaan Google, situs-situs pengujian yang memungkinkan mobil untuk mendapatkan pengalaman mengemudi unik yang lain mungkin kurang. Misalnya, Google menulis dalam laporan bulanan pada Agustus bahwa pengujian di Arizona memungkinkan mobil untuk terbiasa dengan kondisi berdebu dan suhu ekstrem.

Google juga telah mencatat bahwa perusahaan situs uji Washington memberikan mobil beberapa pengalaman mengemudi di hujan yang lebat. Namun, Google belum memilih lokasi untuk mempersiapkan mobil melakukan pengujian dalam keadaan cuaca bersalju, es, dan suhu yang sangat dingin.
(izz)
Berita Terkait
Teknologi Autonomous...
Teknologi Autonomous Driving di 2023: Potensi Besar, Tantangan Banyak
Kejutan! Diam-Diam Honda...
Kejutan! Diam-Diam Honda Sudah Kalahkan Tesla
Kota Milton Keynes Uji...
Kota Milton Keynes Uji Coba Mobil Hantu untuk Transportasi Warganya
India Tutup Pintu Rapat-Rapat...
India Tutup Pintu Rapat-Rapat Wacana Mobil Tanpa Sopir: Selamatkan 8 Juta Perut, Bukan Kejar Gengsi Teknologi
Waymo Gandeng Geely...
Waymo Gandeng Geely China Bikin Taksi Listrik Otonom
Jajaran Kendaraan Otonom...
Jajaran Kendaraan Otonom dan Energi Jenis Baru Siap Dikenalkan di Indonesia
Berita Terkini
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Komunitas BAIC ORV Chapter...
Komunitas BAIC ORV Chapter JHL Auto Sukses Gelar Gathering Perdana
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved