Resmi Bergabung, Suzuki dan Toyota Sepakat Bangun Mesin Ramah Lingkungan
Senin, 06 Februari 2017 - 17:58 WIB
Resmi Bergabung, Suzuki dan Toyota Sepakat Bangun Mesin Ramah Lingkungan
A
A
A
TOKYO - Toyota Motor Corp dan Suzuki Motor Corp pada hari Senin (06/2/2017) resmi bergabung. Kesepakan ini untuk memproduksi yang mesin kendaraan yang ramah lingkungan namun tetap memenuhi standar teknologi dan keamanan.
Jalinan kerja sama ini dibuat untuk produk masa depan mereka yang kompetitif. Kedua pelaku Industri melihat bahwa pentingnya kerja sama ini, guna menghadapi tantangan di masa yang akan datang.
"Toyota dan Suzuki telah sepakat untuk bekerja menuju realisasi awal dari kemitraan bisnis," kata mereka dalam siaran pers bersama, seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/2/2017)
Ide tentang kerjasama ini dipicu oleh Suzuki pada September lalu dengan diskusi bersama mantan presiden Toyota, Shoichiro Toyoda, ayah kepada CEO sekarang, Akio Toyoda. Suzuki kemudian mengajukan gagasan ini kepada Akio Toyoda pada minggu lalu dan ia mendapat reaksi positif.
Akio Toyoda mengakui bahwa mereka harus merespon pasar mobil ramah lingkungan dan kebutuhan. Dia mengakui keberhasilan Suzuki di benua India dan anak perusahaannya, serta Daihatsu yang berpegaruh di benua Asia. Afiliasi keedua keahlian ini perlu untuk memastikan mereka tetap kompetitif di tingkat global.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Tokyo, kedua CEO perusahaan ini masih mengklaim terlalu awal untuk melihat apa yang bakal diusahakan. Kedua tim masing-masing akan duduk berbincang dan menyusun rencana kerjasama dengan lebih teliti. Kolaborasi mereka baru dimulai dan masih di tahap awal
Kerjasama ini secara fundamental memfokuskan pada mesin-mesin baru yang ramah lingkungan, teknologi keamanan masa depan dan sistem sekunder seperti mengemudi otomatis.
Jalinan kerja sama ini dibuat untuk produk masa depan mereka yang kompetitif. Kedua pelaku Industri melihat bahwa pentingnya kerja sama ini, guna menghadapi tantangan di masa yang akan datang.
"Toyota dan Suzuki telah sepakat untuk bekerja menuju realisasi awal dari kemitraan bisnis," kata mereka dalam siaran pers bersama, seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/2/2017)
Ide tentang kerjasama ini dipicu oleh Suzuki pada September lalu dengan diskusi bersama mantan presiden Toyota, Shoichiro Toyoda, ayah kepada CEO sekarang, Akio Toyoda. Suzuki kemudian mengajukan gagasan ini kepada Akio Toyoda pada minggu lalu dan ia mendapat reaksi positif.
Akio Toyoda mengakui bahwa mereka harus merespon pasar mobil ramah lingkungan dan kebutuhan. Dia mengakui keberhasilan Suzuki di benua India dan anak perusahaannya, serta Daihatsu yang berpegaruh di benua Asia. Afiliasi keedua keahlian ini perlu untuk memastikan mereka tetap kompetitif di tingkat global.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Tokyo, kedua CEO perusahaan ini masih mengklaim terlalu awal untuk melihat apa yang bakal diusahakan. Kedua tim masing-masing akan duduk berbincang dan menyusun rencana kerjasama dengan lebih teliti. Kolaborasi mereka baru dimulai dan masih di tahap awal
Kerjasama ini secara fundamental memfokuskan pada mesin-mesin baru yang ramah lingkungan, teknologi keamanan masa depan dan sistem sekunder seperti mengemudi otomatis.
(wbs)