Di Tangan Kasino, Kawasaki Binter GTO Jadi Lucu

Kamis, 09 Maret 2017 - 12:10 WIB
Di Tangan Kasino, Kawasaki...
Di Tangan Kasino, Kawasaki Binter GTO Jadi Lucu
A A A
JAKARTA - Masih ingat salah satu film legendari group lawak Warkop DKI yang berjudul Kesempatan dalam Kesempitan. Dalam film tersebut Kasino jadi seorang sales yang menawarkan motor Kawasaki Binter GTO 2 Tak, di tangan Kasino Binter GTO terkesan lucu,

"Beli motor ini dapat satu lusin karet KB, gajah mengamuk di Sumatra, motor ini tidak apa-apa," tutur Kasino dalam salah satu cuapannya di film tersebut.

Kasino Warkop DKI tawarkan Kawasaki Binter GTO

Lepas itu semua SINDOnews kini coba membahas teknologi yang disematkan di Kawasaki Binter GTO dengan mengutip dari berbagai sumber, GTO sudah ada di Indonesia sejak awal era 80an namun tidak menggunakan nama Kawasaki melainkan menggunakan nama Binter.

GTO merupakan salah satu lineup dari Binter untuk motor kelas menengah adalah Kawasaki atau Binter GTO 110 dan 125. Kedua motor ini diperkenalkan bersamaan pada tahun 1980 dan menjadi motor 2 tak pertama Binter.

Kawasaki Binter GTO

Di Jepang yang menjadi negara asalnya, motor ini diberi nama Kawasaki KH dengan pilihan mesin mulai dari 90cc, 125cc, 250cc, 400cc sampai 500cc. Untuk yang bermesin dibawah 250cc memakai mesin 2 tak 1 silinder. Versi 250cc keatas memakai mesin 3 silinder yang juga 2 tak dengan knalpot 3 buah. Versi 400 dan 500cc nya dikenal juga sebagai Kawasaki 400SS Mach II dan Kawasaki 500SS Mach III. Untuk pasar selain Jepang diberi nama GTO dan nama Kawasaki/Binter KH sendiri di Indonesia menjadi motor kelas entry level Binter dengan mesin 100cc.

Sesuai namanya, Binter GTO 110 bermesin 2 tak 110cc satu silinder. Mesin berpendingin udara ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 14Hp pada 8500Rpm. Untuk Binter GTO 125 bermesin 2 tak 125cc satu silinder dan juga berpendingin udara.

Mesin 125cc ini lumayan powerfull karena sanggup menghasilkan tenaga sebesar 17,5Hp. Mesin ini sebenarnya sudah ada di lineup Kawasaki sejak 1970an awal dan kelak mesin ini akan menjadi basis Binter (Kawasaki) AR125 dengan pendingin udara.

Terlahir diawal era 80an jelas membuat fitur motor ini sangat minim dibanding motor jaman sekarang. Untuk starter hanya mengandalkan kick starter saja. Di panel instrumennya setidaknya sudah tersedia tachometer untuk menunjukkan putaran mesin. Sistem karburatornya menganut model rotary disk valve. Sebagai penyalur tenaga ke rantai, mesin Binter GTO ini sudah dilengkapi transmisi 5 percepatan. Untuk menghentikan laju kendaraan, rem depan sudah cakram solid disk dan rem belakangnya masih teromol.

Sebenarnya motor ini masih diproduksi oleh Kawasaki sampai tahun 1998 (KH125). Namun karena tahun 1985 Binter atau Bintang Terang bangkrut, maka produksi motor ini juga ikut dihentikan. Pada tahun 1996 ketika Kawasaki kembali lagi ke Indonesia dengan bendera Kawasaki Motor Indonesia, motor ini tetap tidak ada penerusnya.

Ciri khas dari motor ini adalah suara knalpotnya yang sangat khas dengan sedikit ngebas sehingga dulu lumayan banyak dipakai kampanye partai politik. Sayangnya kini populasinya dijalan sudah sangat jarang ditemui. Mungkin selain nama Binter yang sering dikaitkan dengan Edi Tansil juga karena sparepartnya yang tergolong langka dan susah mencarinya sehingga unit yang tersisa sekarang semakin sedikit.

(wbs)
Berita Terkait
Hati-Hati! Kawasaki...
Hati-Hati! Kawasaki Siapkan Model Klasik Baru Z650 RS
Kawasaki W175TR Punya...
Kawasaki W175TR Punya Warna Baru Pearl Brilian Yellow, Ini Spek dan Harganya
Kawasaki Bikin Motor...
Kawasaki Bikin Motor Sport Hybrid Versi Naked Khusus Pasar Eropa
Meguro Motor Legendaris...
Meguro Motor Legendaris Jepang Jauh sebelum Kawasaki Ada
Kawasaki Dikabarkan...
Kawasaki Dikabarkan Siap Hidupkan Kembali Ninja 700
Kawasaki Dikabarkan...
Kawasaki Dikabarkan Segera Meluncurkan Ninja ZX-4R
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved