Airbus dan Italdesign Perkenalkan Angkot Terbang Pop.Up
Kamis, 09 Maret 2017 - 13:49 WIB
Airbus dan Italdesign Perkenalkan Angkot Terbang Pop.Up
A
A
A
DETROIT - Mobil angkutan umum (angkot) terbang Pop.Up hasil karya Airbus dan Italdesign memulai debutnya pada ajang Geneva Motor Show 2017, 7-19 Maret ini. Mobil ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat perkotaan di masa depan.
Seperti dilansir dari Autoblog, Pop.Up bukan untuk dimiliki secara pribadi, namun menjadi kendaraan sewa yang bisa digunakan siapa saja. Pop.Up terdiri dari tiga bagian, yakni sasis dan roda, kabin penumpang, dan baling-baling, seperti layaknya drone. Jika digunakan di darat, baling-balingnya tidak akan menyatu dengan mobil. Namun jika dignunakan terbang, baling-baling akan dipasang untuk mengangkat mobil. Pop.Up bisa menampung dua orang.

"Saat ini mobil merupakan bagian hidup masyarakat perkotaan. Jika ingin membuat mobil perkotaan untuk masa depan, maka Anda juga harus berpikir mengenai infrastruktur cerdas dan berkelanjutan, aplikasi, integrasi, energi, perencanaan perkotaan, dan aspek sosial," jelas CEO Italdesign, Jorg Astalosch.
Hal itu juga yang diterapkan pada Pop.Up. Begitu kendaraan dipesan, Pop.Up akan mengunci lokasi tujuan pengguna jasa. Namun, mobil terbang ini baru akan hadir paling cepat pada 2027.
Konsumen yang nantinya akan menggunakan jasa Pop.Up bisa memesan melalui aplikasi di smartphone, smartwatch, smart glasses, atau tablet. Lalu, Pop.Up akan membaca lokasi tujuan yang diinginkan dan menentukan rute perjalanan. Jika rute perjalanan memadai dijangkau dengan perjalanan darat, maka Pop,Up cukup melaju di jalan raya.

Namun jika rutenya macet atau lokasi tujuan berada di gedung yang sudah memiliki fasilitas landasan maka baling-baling akan dipasangkan secara otomatis. Pop.
Seperti dilansir dari Autoblog, Pop.Up bukan untuk dimiliki secara pribadi, namun menjadi kendaraan sewa yang bisa digunakan siapa saja. Pop.Up terdiri dari tiga bagian, yakni sasis dan roda, kabin penumpang, dan baling-baling, seperti layaknya drone. Jika digunakan di darat, baling-balingnya tidak akan menyatu dengan mobil. Namun jika dignunakan terbang, baling-baling akan dipasang untuk mengangkat mobil. Pop.Up bisa menampung dua orang.

"Saat ini mobil merupakan bagian hidup masyarakat perkotaan. Jika ingin membuat mobil perkotaan untuk masa depan, maka Anda juga harus berpikir mengenai infrastruktur cerdas dan berkelanjutan, aplikasi, integrasi, energi, perencanaan perkotaan, dan aspek sosial," jelas CEO Italdesign, Jorg Astalosch.
Hal itu juga yang diterapkan pada Pop.Up. Begitu kendaraan dipesan, Pop.Up akan mengunci lokasi tujuan pengguna jasa. Namun, mobil terbang ini baru akan hadir paling cepat pada 2027.
Konsumen yang nantinya akan menggunakan jasa Pop.Up bisa memesan melalui aplikasi di smartphone, smartwatch, smart glasses, atau tablet. Lalu, Pop.Up akan membaca lokasi tujuan yang diinginkan dan menentukan rute perjalanan. Jika rute perjalanan memadai dijangkau dengan perjalanan darat, maka Pop,Up cukup melaju di jalan raya.

Namun jika rutenya macet atau lokasi tujuan berada di gedung yang sudah memiliki fasilitas landasan maka baling-baling akan dipasangkan secara otomatis. Pop.
(wbs)