Audi Tidak Pasang Target Khusus untuk Q3 1.4 TFSI
Kamis, 17 Juli 2014 - 20:24 WIB
Audi Tidak Pasang Target Khusus untuk Q3 1.4 TFSI
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Mataram Motor (GMM) mengaku tidak memasang target khusus untuk Audi Q3 1.4 TFSI yang baru diluncurkan. CEO PT GMM, Andrew Nasuri mengatakan, target sulit ditetapkan karena tahun ini di Indonesia banyak gejolak.
"Sulit untuk memasang target tahun ini. Persoalan pertama nilai tukar rupih yang belum stabil, dan pembeli yang masih wait and see terkait pemilu," ungkap Andrew, selepas acara buka puasa bersama dengan awak media di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Tahun ini, GMM sedikit menyesuaikan target untuk semua model, berkisar 400-an unit per tahun. "Ini risiko jika mengimpor mobil premium. Saya pikir semua produsen dan pemain di segmen ini merasakan," imbuhnya.
Dia menambahkan, pasar premium menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun ini turun sekitar 3%. Namun, jika mengikuti segmentasi Audi diperkirakan secara rata-rata turun 30%.
Terkait peningkatan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Andrew mengaku penjualan Audi tidak terlalu berpengaruh. Sebab, model Audi yang terkena dampak hanya hanya tiga varian.
"Produk kami hampir semua di bawah 3.000cc. Sedangkan yang terkena hanya R8, RS4, RS 5. Ketiga model tidak terlalu berpengaruh karena target setahun hanya 2-3 unit," tukas Andrew.
Audi Q3 1.4 TFSI yang baru diluncurkan GMM, merupakan varian baru yang hadir untuk melengkapi model Q3 sebelumnya yang menggengong mesin 2.0 liter. Keduanya diharapkan akan meraih popularitas dan kesuksesan di pasar automotif nasional.
Mengusung mesin berkapasitas 1.395 cc berkonfigurasi 4 silinder, jantung pacunya mampu menghasilkan tenaga 150dk pada 5.000 rpm - 6.000 rpm dan torsi maksimum 250 Nm pada 1.500 - 3.500 rpm
Tenaga hasil pembakaran dikirim melalui roda depan. Pabrikan mengklaim Q3 1.4 TFSI mampu berakselerasi dai 0-100kpj hanya dalam 8,9 detik sebelum melaju hingga 200kpj.
"Sulit untuk memasang target tahun ini. Persoalan pertama nilai tukar rupih yang belum stabil, dan pembeli yang masih wait and see terkait pemilu," ungkap Andrew, selepas acara buka puasa bersama dengan awak media di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Tahun ini, GMM sedikit menyesuaikan target untuk semua model, berkisar 400-an unit per tahun. "Ini risiko jika mengimpor mobil premium. Saya pikir semua produsen dan pemain di segmen ini merasakan," imbuhnya.
Dia menambahkan, pasar premium menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun ini turun sekitar 3%. Namun, jika mengikuti segmentasi Audi diperkirakan secara rata-rata turun 30%.
Terkait peningkatan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Andrew mengaku penjualan Audi tidak terlalu berpengaruh. Sebab, model Audi yang terkena dampak hanya hanya tiga varian.
"Produk kami hampir semua di bawah 3.000cc. Sedangkan yang terkena hanya R8, RS4, RS 5. Ketiga model tidak terlalu berpengaruh karena target setahun hanya 2-3 unit," tukas Andrew.
Audi Q3 1.4 TFSI yang baru diluncurkan GMM, merupakan varian baru yang hadir untuk melengkapi model Q3 sebelumnya yang menggengong mesin 2.0 liter. Keduanya diharapkan akan meraih popularitas dan kesuksesan di pasar automotif nasional.
Mengusung mesin berkapasitas 1.395 cc berkonfigurasi 4 silinder, jantung pacunya mampu menghasilkan tenaga 150dk pada 5.000 rpm - 6.000 rpm dan torsi maksimum 250 Nm pada 1.500 - 3.500 rpm
Tenaga hasil pembakaran dikirim melalui roda depan. Pabrikan mengklaim Q3 1.4 TFSI mampu berakselerasi dai 0-100kpj hanya dalam 8,9 detik sebelum melaju hingga 200kpj.
(dmd)