BBM Naik Toyota Tak Ada Strategi Khusus
Senin, 17 November 2014 - 22:24 WIB
BBM Naik Toyota Tak Ada Strategi Khusus
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah resmi diumumkan Presiden Jokowidodo hari ini sekitar pukul 21.05 WIB. Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar mulai Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB.
Harga premium naik Rp2.000 menjadi Rp8.500 per liter dari sebelumnya Rp 6.500 per liter. Sementara harga solar naik Rp 2.000 dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter.
Kenaikan ini akan mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor, namun pengaruh itu masih dianggap dalam tahap normal. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo, setuju dengan kenaikan ini.
"Toyota setuju dengan kenaikan BBM bersubsidi, karena subsidi bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting. Efeknya membuat perekonomian lebih kuat," jelas Samulo saat dihubungi Sindonews lewat sambungan telepon, Senin (17/11/2014).
Dia menambahkan, hal ini pasti akan berdampak dengan penjualan Toyota kedepan. Namun tidak berlansung lama, diperkirakan 3-6 bulan kedepan.
Saat disinggung apakah harga produk Toyota akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat?
"Pengumuman kenaikan ini tidak serta merta kita langsung menaikkan harga. Yang kita jual saat ini merupakan produksi sebelum BBM naik. Kita tidak ada strategi khusus dalam hal ini," ungkapnya.
Selama ini produk pemimpin pasar otomotif Tanah Air merek Toyota bisa dikatakan selalu sukses dalam memasarkan produknya. Bisa jadi karena layanan aftersales yang diperkuat.
"Memang tidak ada strategi khusus, namun kita selalu menjaga kulitas produk. Menyikapi kenaikan ini, kita akan mempermudah konsumen bagi yang menginginkan mobil Toyota, memberikan program trade in, serta memberikan bunga rendah," pungkasnya.
Harga premium naik Rp2.000 menjadi Rp8.500 per liter dari sebelumnya Rp 6.500 per liter. Sementara harga solar naik Rp 2.000 dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter.
Kenaikan ini akan mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor, namun pengaruh itu masih dianggap dalam tahap normal. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo, setuju dengan kenaikan ini.
"Toyota setuju dengan kenaikan BBM bersubsidi, karena subsidi bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting. Efeknya membuat perekonomian lebih kuat," jelas Samulo saat dihubungi Sindonews lewat sambungan telepon, Senin (17/11/2014).
Dia menambahkan, hal ini pasti akan berdampak dengan penjualan Toyota kedepan. Namun tidak berlansung lama, diperkirakan 3-6 bulan kedepan.
Saat disinggung apakah harga produk Toyota akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat?
"Pengumuman kenaikan ini tidak serta merta kita langsung menaikkan harga. Yang kita jual saat ini merupakan produksi sebelum BBM naik. Kita tidak ada strategi khusus dalam hal ini," ungkapnya.
Selama ini produk pemimpin pasar otomotif Tanah Air merek Toyota bisa dikatakan selalu sukses dalam memasarkan produknya. Bisa jadi karena layanan aftersales yang diperkuat.
"Memang tidak ada strategi khusus, namun kita selalu menjaga kulitas produk. Menyikapi kenaikan ini, kita akan mempermudah konsumen bagi yang menginginkan mobil Toyota, memberikan program trade in, serta memberikan bunga rendah," pungkasnya.
(dol)