Hyundai Optimis Penjualan 2015 Naik 53% dari Tahun Lalu
Selasa, 10 Maret 2015 - 21:20 WIB
Hyundai Optimis Penjualan 2015 Naik 53% dari Tahun Lalu
A
A
A
JAKARTA - Kendati prediksi pasar automotif roda empat pada tahun ini stagnan, PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) optimis mematok target penjualan mencapai 3.000-3.500 unit. Jumlah tersebut meningkat 53% dari capaian tahun lalu dengan total penjualan 2.287 unit
"Pada 2015, Gaikindo memprediksi pasar tetap stagnan di angka 1,2 juta unit. Namun disisi lain, minat konsumen terhadap produk baru tetap ada dan prospektif," ujar President Director PT HMI Mukiat Sutikno di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Untuk itu, PT HMI optimis dengan peluncuran tiga model baru, yakni New Santa Fe D-spec, New Grand Avega dan New Starex Mover Ambulance High Roof dapat meningkatkan volume penjualan dan memperkuat posisi Hyundai di Indonesia.
"Target Santa Fe D-spec 550-600 unit. Grand Avega 250-300 unit, dan Starex 300-400 unit. Semua per tahun," imbuh Mukiat.
Optimisme Mukiat didukung oleh analisa World Bank dan Asian Development Bank yang memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap diatas 5%. Keyakinan lain ditopang oleh penurunan BI rate dari 7,75% menjadi 7,25% pada Februari kemarin.
"Para pelaku industri automotif termasuk Hyundai Indonesia berharap penurunan BI rate dapat meningkatkan daya beli konsumen," pungkas Mukiat.
"Pada 2015, Gaikindo memprediksi pasar tetap stagnan di angka 1,2 juta unit. Namun disisi lain, minat konsumen terhadap produk baru tetap ada dan prospektif," ujar President Director PT HMI Mukiat Sutikno di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Untuk itu, PT HMI optimis dengan peluncuran tiga model baru, yakni New Santa Fe D-spec, New Grand Avega dan New Starex Mover Ambulance High Roof dapat meningkatkan volume penjualan dan memperkuat posisi Hyundai di Indonesia.
"Target Santa Fe D-spec 550-600 unit. Grand Avega 250-300 unit, dan Starex 300-400 unit. Semua per tahun," imbuh Mukiat.
Optimisme Mukiat didukung oleh analisa World Bank dan Asian Development Bank yang memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap diatas 5%. Keyakinan lain ditopang oleh penurunan BI rate dari 7,75% menjadi 7,25% pada Februari kemarin.
"Para pelaku industri automotif termasuk Hyundai Indonesia berharap penurunan BI rate dapat meningkatkan daya beli konsumen," pungkas Mukiat.
(dol)