12 Kelebihan Membeli Mobil Bekas di 2023
Kamis, 22 Juni 2023 - 21:14 WIB
Kelebihan membeli mobil bekas di 2023 penting dipahami. Foto: dok Antara
JAKARTA - Kelebihan membeli mobil bekas di 2023 penting dipahami. Terutama, untuk mereka yang masih ragu apakah ingin membeli mobil bekas atau malah mobil baru.
Faktanya, mobil-mobil populer Jepang yang memiliki merek kuat di Indonesia tetap mengalami depresiasi harga 10 persen per tahun. Angka itu akan lebih besar lagi untuk mobil Eropa dan Amerika atau model yang kurang begitu laris.
Untuk itu, membeli mobil bekas bisa jadi opsi yang lebih menguntungkan dibandingkan mobil baru. Tentu, tetap ada risikonya. Selama risiko tersebut bisa diminimalkan, bakal banyak sekali penghematan yang bisa didapat.
Nah, berikut adalah beberapa kelebihan membeli mobil bekas dibandingkan mobil baru di 2023:
Beberapa merek mobil bahkan harganya turun jauh dibandingkan barunya. Ini bisa jadi pertimbangan konsumen untuk memilih model sesuai kebutuhan dan harga yang pas.
Faktanya, mobil-mobil populer Jepang yang memiliki merek kuat di Indonesia tetap mengalami depresiasi harga 10 persen per tahun. Angka itu akan lebih besar lagi untuk mobil Eropa dan Amerika atau model yang kurang begitu laris.
Untuk itu, membeli mobil bekas bisa jadi opsi yang lebih menguntungkan dibandingkan mobil baru. Tentu, tetap ada risikonya. Selama risiko tersebut bisa diminimalkan, bakal banyak sekali penghematan yang bisa didapat.
Nah, berikut adalah beberapa kelebihan membeli mobil bekas dibandingkan mobil baru di 2023:
1. Harga Lebih Murah
Kelebihan kredit mobil bekas dibandingkan mobil baru tentu saja harga jauh lebih murah. Bahkan untuk pemakaian antara 3-5 tahun sekalipun. Hal ini dikarenakan mobil merupakan aset yang akan mengalami penyusutan nilai seiring bertambahnya usia.Beberapa merek mobil bahkan harganya turun jauh dibandingkan barunya. Ini bisa jadi pertimbangan konsumen untuk memilih model sesuai kebutuhan dan harga yang pas.
2. Kualitas Masih Bagus
Memang banyak yang enggan membeli mobil bekas karena takut “zonk” atau mendapatkan mobil dalam kondisi rusak berat, kilometer tidak sesuai, atau bahkan bekas tabrakan. Alhasil, alih-alih berhemat, jumlah biaya perbaikan yang dikeluarkan justru lebih mahal.Lihat Juga :