Mengapa Tesla Dijual Hanya Rp600 Juta di Malaysia?

Sabtu, 22 Juli 2023 - 17:14 WIB

3. Insentif Pajak besar

Tesla Model Y dijual lebih murah di Malaysia karena pemerintah memberikan insentif pajak sangat besar. Padahal mobil listrik itu masih diimpor sepenuhnya dari luar negeri. Di Indonesia sendiri, mobil listrik yang mendapat insentif potongan PPN dari 11 persen menjadi 1 persen hanya bagi produsen yang sudah merakit secara lokal. Nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) juga minimal 40 persen.

Melansir Paultan, mobil listrik dengan status CBU atau diimpor sepenuhnya dari luar negeri bebas pajak hingga akhir 2025. Sementara yang berstatus CKD atau dirakit secara lokal bebas pajak hingga 31 Desember 2027.

Baca Juga: Resmi Masuk Pasar Malaysia, Tesla Langsung Bawa Model 3 dan Model Y

Bahkan, pemerintah Malaysia sedang menggodok rencana untuk membuat pajak tahunan mobil listrik lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. Ini dilakukan sebagai upaya pemerintah Malaysia agar masyarakatnya tertarik untuk beralik ke kendaraan ramah lingkungan.

Tesla juga berencana membangun pabrik mobil listrik dan pabrik baterai. Mereka berkomitmen untuk membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) fast charging berkapasitas250kW.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!