China Jadi Pengekspor Mobil Terbesar Dunia, Kalahkan Jepang
Senin, 01 Januari 2024 - 08:14 WIB
Baca Juga: Ini Jawaban Mobil China Tidak Dilirik di Eropa
Sementara itu, otomotif Eropa masih belum mampu bangkit. Transport & Environment (T&E), kelompok kampanye berbasis di Brussels mengungkapkan bahwa produsen mobil Eropa belum mencapai seperenam bahan baku utama yang diperlukan pada 2030 untuk memproduksi baterai kendaraan listrik - yang setara dengan kontrak untuk 16 persen lithium, kobalt, dan nikel yang dibutuhkan untuk target penjualan.
Dua produsen mobil listrik terbesar di dunia, Tesla dari Amerika Serikat dan BYD dari Tiongkok, jauh mendahului pesaing Eropa dalam akses ke bahan baku kunci yang digunakan dalam perangkat seperti ponsel. Analisis tersebut menambahkan bahwa produsen mobil menjaga kesepakatan yang hanya mencakup 14 persen lithium, 17 persen nikel, dan 10 persen kobalt yang memungkinkan mereka mencapai target penjualan pada 2030.
Sementara itu, otomotif Eropa masih belum mampu bangkit. Transport & Environment (T&E), kelompok kampanye berbasis di Brussels mengungkapkan bahwa produsen mobil Eropa belum mencapai seperenam bahan baku utama yang diperlukan pada 2030 untuk memproduksi baterai kendaraan listrik - yang setara dengan kontrak untuk 16 persen lithium, kobalt, dan nikel yang dibutuhkan untuk target penjualan.
Dua produsen mobil listrik terbesar di dunia, Tesla dari Amerika Serikat dan BYD dari Tiongkok, jauh mendahului pesaing Eropa dalam akses ke bahan baku kunci yang digunakan dalam perangkat seperti ponsel. Analisis tersebut menambahkan bahwa produsen mobil menjaga kesepakatan yang hanya mencakup 14 persen lithium, 17 persen nikel, dan 10 persen kobalt yang memungkinkan mereka mencapai target penjualan pada 2030.
(msf)
Lihat Juga :