BYD Thailand Beri Diskon Besar-Besaran, Konsumen Lama Protes dan Lapor ke Perdana Menteri

Sabtu, 06 Juli 2024 - 09:19 WIB
Juru bicara pemerintah mengatakan, Wang Chuanfu memberikan jaminan bahwa harga di masa depan akan sesuai dan pelanggan yang terdampak dan akan mendapatkan dukungan.

Namun, pihak BYD di Thailand dan distributor tunggalnya, Rever Automotive, belum memberikan tanggapan resmi.

Harga Dijanjikan Naik, tapi Malah Turun

Penyelidikan pemerintah Thailand terhadap dealer BYD dimulai setelah adanya keluhan dari seorang pelanggan. Ia mengaku bahwa harga mobilnya akan naik setelah kampanye diskon berakhir. Namun, kenyataannya dealer malah menurunkan harga.

Kekecewaan pelanggan BYD di Thailand juga terlihat di media sosial. Beberapa pemilik mobil BYD mengeluh bahwa diskon besar-besaran yang dilakukan oleh produsen EV terbesar di dunia itu membuat mereka merasa dirugikan.

“Tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini,” kata seorang konsumen BYD di Facebook. Ia menjelaskan bahwa mobil BYD Atto 3 yang dibelinya seharga 1,19 juta baht (Rp530 juta) sekarang dijual seharga 859.000 baht (Rp383 juta).

Pemilik lain yang merasa dirugikan bahkan mengunggah video dirinya menuliskan kata-kata kasar tentang BYD di kap mobilnya, salah satunya “Saya tidak akan pernah membeli mobil merek ini lagi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!