Donald Trump Umumkan Penggunaan Plasma Darah untuk Lawan Corona

Senin, 24 Agustus 2020 - 10:01 WIB
Dikabarkan juga bahwa lebih dari 70.000 pasien yang terinfeksi virus corona di Negeri Paman Sam telah mendapat transfusi serupa.

Sebelumnya AS dan beberapa negara lain memang sudah menerapkan terapo plasma darah kepada pasien. Namun, para ahli masih memperdebatkan terkait keefektifannya.

Tidak hanya itu, beberapa ahli di antaranya juga memperingatkan bahwa terapi plasma darah dapat menimbulkan efek samping.

"Convalescent plasma mungkin berhasil, tetapi tidak sebagai pengobatan penyelamatan untuk orang yang sudah sakit parah," kata Len Horovitz, spesialis paru di RS Lenox Hill, New York City.

Meski begitu, Horovitz mengakui bawah terapi ini masih perlu dibuktikan dalam uji klinis. Terapi plasma juga mungkin akan bakerja lebih baik setelah seseorang terpapar virus.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!