Ribuan Knalpot Brong Disulap Jadi Monumen Suroboyo Wani
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 09:24 WIB
Monumen Suroboyo Wani yang disusun dari ribuan knalpot brong berdiri di Bundaran Waru, Surabaya. Foto/Hari Tambayong
SURABAYA - Kota Surabaya kini memiliki ikon baru, yaitu monumen Suroboyo Wani. Monumen yang berdiri di pintu masuk Surabaya, Bundaran Waru, tersebut disusun dari ribuan knalpot brong hasil razia polisi . Selain desain unik, terbetik pesan penting di balik monumen berbentuk patung Suro dan Boyo dengan tinggi 10 meter dan lebar 3 meter ini.
Monumen Suroboyo Wani ditujukan untuk mengatasi permasalahan knalpot brong yang meresahkan masyarakat serta mengganggu ketertiban lalu lintas. Karya seni unik yang tersususn dari 1.000 knalpot brong ini diresmikan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce dan wali kota Surabaya Eri Cahyadi serta disaksikan jajaran Forkopimda kota Surabaya pada Kamis (1/8/2024).
Kombes Pol Pasma Royce mengatakan pembuatan monumen ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menaati peraturan lalu lintas. Selain itu, monumen ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran atas dampak negatif penggunaan knalpot brong terhadap lingkungan dan kenyamanan bersama.
"Monumen ini terbangun dari seribu knalpot hasil kegiatan penertiban pelanggaran yang tidak sesuai spesifikasi teknis selama Januari 2023 hingga 2024. Kami sepakat dengan pak wali membuat monumen knalpot sebagai penanda kepada masyarakat bahwa Surabaya adalah kota damai dan nyaman jauh dari kebisingan," ujarnya.
Baca Juga: Knalpot Brong Meresahkan Warga, Polisi Rajin Gelar Razia
Monumen Suroboyo Wani ditujukan untuk mengatasi permasalahan knalpot brong yang meresahkan masyarakat serta mengganggu ketertiban lalu lintas. Karya seni unik yang tersususn dari 1.000 knalpot brong ini diresmikan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce dan wali kota Surabaya Eri Cahyadi serta disaksikan jajaran Forkopimda kota Surabaya pada Kamis (1/8/2024).
Kombes Pol Pasma Royce mengatakan pembuatan monumen ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menaati peraturan lalu lintas. Selain itu, monumen ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran atas dampak negatif penggunaan knalpot brong terhadap lingkungan dan kenyamanan bersama.
"Monumen ini terbangun dari seribu knalpot hasil kegiatan penertiban pelanggaran yang tidak sesuai spesifikasi teknis selama Januari 2023 hingga 2024. Kami sepakat dengan pak wali membuat monumen knalpot sebagai penanda kepada masyarakat bahwa Surabaya adalah kota damai dan nyaman jauh dari kebisingan," ujarnya.
Baca Juga: Knalpot Brong Meresahkan Warga, Polisi Rajin Gelar Razia
Lihat Juga :