Marak Kasus Kebakaran Mobil Listrik, Ini Solusinya

Jum'at, 06 September 2024 - 20:00 WIB
Menilik dua kasus di atas, kekhawatiran akan keamanan baterai menjadi salah satu hambatan utama dalam adopsi kendaraan listrik secara massal. Namun, para ilmuwan di Universitas Arizona telah menemukan solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini.

Tim peneliti, yang dipimpin mahasiswa doktoral Basab Goswami, telah mengembangkan sistem yang dapat memprediksi dan mencegah terjadinya panas berlebih pada baterai lithium-ion, yang seringkali menjadi penyebab kebakaran. Sistem ini menggabungkan teknologi multifisika dan pembelajaran mesin untuk menganalisis data suhu baterai secara real-time.

"Bayangkan baterai sebagai sebuah bangunan. Jika satu ruangan mulai terlalu panas, api dapat dengan cepat menyebar ke ruangan-ruangan lain. Sistem kami berfungsi seperti detektor asap yang sangat canggih, mampu mendeteksi tanda-tanda awal kebakaran dan memberi peringatan sebelum api benar-benar berkobar," kata Goswami dilansir dari Interesting Engineering, Jumat (6/9/2024).

Sistem ini bekerja dengan cara mengaktifkan sensor suhu yang dipasang pada setiap sel baterai guna terus memantau suhu. Data suhu ini kemudian diolah oleh algoritma pembelajaran mesin yang telah dilatih untuk mengenali pola-pola yang mengindikasikan potensi terjadinya panas berlebih. Jika algoritma mendeteksi adanya anomali, sistem akan segera memberi peringatan kepada pengendara atau sistem manajemen baterai kendaraan.

Baca Juga: Dibutuhkan 22.000 Liter Air untuk Padamkan Kebakaran Mobil Listrik, Ini Penjelasannya

"Keunggulan utama dari sistem kami adalah kemampuannya untuk memprediksi lokasi pasti di mana panas berlebih akan terjadi," kata Goswami.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!