Picu Banyak Kecelakaan, NHTSA Investigasi Fitur Autopilot Tesla

Minggu, 20 Oktober 2024 - 09:26 WIB
Mobil Tesla. FOTO/ AUTOPRO
TEXAS - Tesla menjadi produsen mobil listrik pertama yang menerapkan fitur FSD (Full Self-Driving) yang membuat pengemudi hanya perlu memasukkan tujuannya dalam sistem. Tapi, sistem tersebut menyebabkan sejumlah kecelakaan sejak tahun lalu.

BACA JUGA - Maraknya Kasus Mobil Listrik Terbakar Jadi Perhatian Khusus di Korsel



Baru-baru ini, Badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat (NHTSA), telah membuka penyelidikan terhadap 2,4 juta kendaraan Tesla yang dilengkapi dengan perangkat FSD. Ini dilakukan setelah empat laporan kecelakaan, termasuk satu kecelakaan fatal pada 2023.

Pada Desember tahun lalu, Tesla juga melakukan kampanye recall atau penarikan kembali lebih dari dua juta kendaraan di Amerika Serikat. Kampanye tersebut untuk memasang perlindungan baru dalam sistem bantuan pengemudi canggih autopilot-nya.

Melansir Reuters, penyelidikan awal ini merupakan langkah pertama sebelum NHTSA meminta penarikan kembali kendaraan. Jika nantinya dianggap menimbulkan risiko tak wajar terhadap keselamatan penumpang.

NHTSA membuka penyelidikan setelah empat laporan kecelakaan di mana FSD diaktifkan selama kondisi visibilitas jalan yang kurang baik, seperti silau matahari, kabut, atau debu yang terbawa angin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!