Jual SUV Listrik Rp800 Jutaan, Mazda Ogah Ikutan Tren Perang Harga

Rabu, 13 November 2024 - 09:00 WIB


“Kami melihat bahwa memang sekarang kan EV itu rata-rata range harganya di level itu [mobil China]. Tetapi kami tetap berpegang pada idealisme kami dan tidak terburu-buru mengikuti tren EV. Kami memprioritaskan strategi yang mencakup berbagai jenis kendaraan, dari EV, hybrid, hingga ICE," kata Ricky di Jakarta, Senin (11/11/2024).

Ricky menjelaskan bahwa tren kendaraan listrik saat ini memang berkembang pesat di seluruh dunia karena dinilai dapat memperbaiki lingkungan.

Tapi, ia tak menutup kemungkinan akan ada teknologi lainnya yang hadir di masa mendatang.

"Jadi kami tetap mengikuti idealisme kami, dibanding hanya mengikuti tren sesaat. Kami nggak tahu apakah EV ini akan mampu bertahan sampai 10 tahun lagi? Mungkin ke depannya bukan EV, mungkin ada lagi teknologi baru," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!