Inovasi di Motor Tim Prima Pramac Racing
Minggu, 17 November 2024 - 19:23 WIB
Motor Tim Prima Pramac Racing saat berlaga di MotoGP 2024. FOTO/ DOK SINDOnews
PADANG - Pembalap dari tim Prima Pramac Racing, Jorge Martin berhasil mengunci gelar juara dunia MotoGP 2024 usai finis di urutan ke-3 di balapan MotoGP Barcelona yang berlangsung Minggu, 17 November 2024.
BACA JUGA - Ducati Tegas Menolak Memproduksi Motor Murah
Balapan utama MotoGP Barcelona dimenangkan oleh Fransesco Bagnaia disusul Marc Marquez di posisi kedua. Meski hanya mengisi podium ketiga, namun itu sudah lebih dari cukup untuk mengantar Jorge Martin menyabet mahkota juara dunia.
Jorge Martin menjadi juara usai meraup total 508 poin, unggul sepuluh poin dari Pecco Bagnaia yang harus puas menjadi runner up.
Keberhasilan Jorge Martin menyabet titel juara dunia MotoGP juga sekaligus mencatatkan beberapa rekor, salah satunya adalah mematahkan hegemoni tim pabrikan di MotoGP. Bagaimana tidak, Martin menjadi pembalap tim satelit atau pembalap non-pabrikan pertama yang mampu merengkuh gelar juara dunia.
"Saya tidak tahu harus bicara apa, saya begitu terguncang. Gelar juara ini untuk keluarga saya, orang-orang yang mendukung saya, ini untuk mereka. Saya mulai menangis di akhir balapan, ini adalah balapan yang begitu emosional. Ini adalah perjalanan yang panjang, banyak kecelakaan, cedera, tetapi akhirnya kita berada di sini," ucap Martin.
BACA JUGA - Ducati Tegas Menolak Memproduksi Motor Murah
Balapan utama MotoGP Barcelona dimenangkan oleh Fransesco Bagnaia disusul Marc Marquez di posisi kedua. Meski hanya mengisi podium ketiga, namun itu sudah lebih dari cukup untuk mengantar Jorge Martin menyabet mahkota juara dunia.
Jorge Martin menjadi juara usai meraup total 508 poin, unggul sepuluh poin dari Pecco Bagnaia yang harus puas menjadi runner up.
Keberhasilan Jorge Martin menyabet titel juara dunia MotoGP juga sekaligus mencatatkan beberapa rekor, salah satunya adalah mematahkan hegemoni tim pabrikan di MotoGP. Bagaimana tidak, Martin menjadi pembalap tim satelit atau pembalap non-pabrikan pertama yang mampu merengkuh gelar juara dunia.
"Saya tidak tahu harus bicara apa, saya begitu terguncang. Gelar juara ini untuk keluarga saya, orang-orang yang mendukung saya, ini untuk mereka. Saya mulai menangis di akhir balapan, ini adalah balapan yang begitu emosional. Ini adalah perjalanan yang panjang, banyak kecelakaan, cedera, tetapi akhirnya kita berada di sini," ucap Martin.
Lihat Juga :