Nissan Sekarat, Gabung dengan Honda Jadi Solusi Lawan Kebangkitan Mobil China!

Sabtu, 30 November 2024 - 19:42 WIB
Bersama-sama, Nissan dan Honda akan menjual hampir 6 juta kendaraan pada tahun itu, menurut Visible Alpha. Karena keduanya berbagi pasar utama, mereka akan dapat mengurangi pengeluaran untuk segala hal mulai dari administrasi dan pengadaan hingga pabrik dan penelitian.

Meningkatkan kinerja mereka agar sesuai dengan margin operasi Toyota sebesar 10% mungkin sulit, membutuhkan pemotongan biaya sekitar USD12 miliar (sekitar Rp180 triliun), setara 7,5% dari pendapatan gabungan kedua perusahaan.

Mendapatkan margin itu menjadi 7% - tepat di atas setengah jalan antara 3% yang secara teoritis akan dicapai oleh entitas gabungan tanpa pemotongan dan 10% saingan terbesarnya - bisa dilakukan.

Tpai itu akan butuh pemotongan pengeluaran yang setara 4% dari pendapatan. Itu lebih dari 2,7% yang ditargetkan Peugeot dan Fiat Chrysler ketika mereka pertama kali setuju pada 2019 untuk mengikat simpul dan menjadi Stellantis.

Namun, itu sejalan dengan tingkat penghematan yang tersirat oleh tujuan yang ditetapkan Renault, Nissan dan Mitsubishi Motors untuk aliansi mereka pada 2017.

Menggabungkan kedua perusahaan bukanlah ide baru. Mereka mendapat tekanan dari pemerintah Jepang untuk mempertimbangkan merger pada 2019, menurut laporan Financial Times.



Mantan ketua Nissan Carlos Ghosn menyebut potensi kerja sama pada EV dan perangkat lunak sebagai "pengambilalihan terselubung" oleh Honda.

Financial Times melaporkan pada 26 November mengutip sumber bahwa Nissan Motor sedang mencari investor jangkar karena mitra lama Renault menjual kepemilikannya di pembuatmobiltersebut.
(dan)
Halaman :
Lihat Juga :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More