Pengamat: Korban Terparah dari Tarif Trump adalah Produsen Mobil AS
Kamis, 10 April 2025 - 12:36 WIB
Dengan pembeli China yang semakin meninggalkan merek asing demi merek dalam negeri, hal ini menjadikan AS sebagai medan pertempuran utamanya – tetapi tarif yang baru diberlakukan mengancam akan berdampak serius pada bisnisnya.
"Penerapan tarif ini merupakan masalah lain yang harus dihadapi industri. AS merupakan pasar kendaraan terbesar kedua di dunia, dan kini akan lebih sulit dari sebelumnya bagi sebagian besar produsen mobil non-China di seluruh dunia untuk berdagang", kata Felipe Munoz, Analis Global di
Namun, bukan berarti merek lain tidak akan terdampak. Misalnya, 343.000 dari 1,28 juta mobil baru yang dijual Mazda pada tahun 2024 diimpor ke AS, sementara Subaru jauh lebih banyak di pasar Amerika, yang tahun lalu menyumbang 71% dari total penjualannya.
Seperti yang ditunjukkan Munoz, "AS merupakan pasar penting bagi 14 dari 18 produsen mobil global non-China. Bagi perusahaan seperti Volkswagen, AS hanya menyumbang jumlah yang relatif kecil dari total pendapatan merek tersebut, tetapi akan berupaya mempertahankan kehadirannya untuk mempertahankan posisinya sebagai merek global.
"Selain Volkswagen, kemungkinan besar Volvo, Hyundai-Kia, Mercedes, BMW, Stellantis, Toyota, Nissan, Subaru, dan General Motors perlu meningkatkan jejak produksi mereka di AS dalam waktu dekat. AS adalah pasar yang tidak dapat mereka tinggalkan."
===========
Jadi Senjata China Lawan Tarif Impor, AS Bidik 140 Perusahaan Chip
BEIJING - Amerika Serikat telah resmi memberlakukan tarif impor baru, hal ini membuat Kementerian Perdagangan China mengambil langkah cepat melindungi kepentingannya setelah AS berusaha melumpuhkan industri semikonduktor China .
Departemen Perdagangan AS pada awal pekan kemarin, mengumumkan bakal melarang ekspor 24 jenis peralatan manufaktur chip, tiga program perangkat lunak, dan memori bandwidth tinggi ke China.
Selain itu 140 perusahaan China – termasuk pembuat alat, perakit chip, dan perusahaan investasi – ditambahkan ke daftar hitam kemendag AS atas peran mereka dalam mengembangkan industri semikonduktor domestik China.
"Penerapan tarif ini merupakan masalah lain yang harus dihadapi industri. AS merupakan pasar kendaraan terbesar kedua di dunia, dan kini akan lebih sulit dari sebelumnya bagi sebagian besar produsen mobil non-China di seluruh dunia untuk berdagang", kata Felipe Munoz, Analis Global di
Namun, bukan berarti merek lain tidak akan terdampak. Misalnya, 343.000 dari 1,28 juta mobil baru yang dijual Mazda pada tahun 2024 diimpor ke AS, sementara Subaru jauh lebih banyak di pasar Amerika, yang tahun lalu menyumbang 71% dari total penjualannya.
Seperti yang ditunjukkan Munoz, "AS merupakan pasar penting bagi 14 dari 18 produsen mobil global non-China. Bagi perusahaan seperti Volkswagen, AS hanya menyumbang jumlah yang relatif kecil dari total pendapatan merek tersebut, tetapi akan berupaya mempertahankan kehadirannya untuk mempertahankan posisinya sebagai merek global.
"Selain Volkswagen, kemungkinan besar Volvo, Hyundai-Kia, Mercedes, BMW, Stellantis, Toyota, Nissan, Subaru, dan General Motors perlu meningkatkan jejak produksi mereka di AS dalam waktu dekat. AS adalah pasar yang tidak dapat mereka tinggalkan."
===========
Jadi Senjata China Lawan Tarif Impor, AS Bidik 140 Perusahaan Chip
BEIJING - Amerika Serikat telah resmi memberlakukan tarif impor baru, hal ini membuat Kementerian Perdagangan China mengambil langkah cepat melindungi kepentingannya setelah AS berusaha melumpuhkan industri semikonduktor China .
Departemen Perdagangan AS pada awal pekan kemarin, mengumumkan bakal melarang ekspor 24 jenis peralatan manufaktur chip, tiga program perangkat lunak, dan memori bandwidth tinggi ke China.
Selain itu 140 perusahaan China – termasuk pembuat alat, perakit chip, dan perusahaan investasi – ditambahkan ke daftar hitam kemendag AS atas peran mereka dalam mengembangkan industri semikonduktor domestik China.
Lihat Juga :