Gaikindo Minta Pemerintah Buat Kebijakan Jangka Panjang Dorong Penjualan Mobil
Jum'at, 23 Mei 2025 - 10:10 WIB
"Kami tidak meminta bantuan dalam bentuk utang atau subsidi. Yang kami usulkan adalah penundaan pembayaran pajak pada periode tertentu. Setelah ekonomi kembali pulih, pendapatan negara pun akan kembali," tuturnya.
Seperti diketahui, sejumlah brand memilih untuk berinovasi dalam menciptakan mobilitas ramah lingkungan dengan tak terpaku pada mobil listrik. Kukuh menyebutkan mobil jenis PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) menjadi salah satu yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.
Baca Juga: Gaikindo Mendukung Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik, tapi Juga Hybrid, LCGC, hingga ICE
"Ada kendaraan PHEV yang berhasil menempuh perjalanan Jakarta–Bali hanya dengan satu kali pengisian baterai dan satu kali pengisian bahan bakar, mencapai 1.300 kilometer. Jika teknologi ini digabung dengan bioetanol, potensi pengurangan emisinya luar biasa," ujarnya.
Kukuh berharap pemerintah bisa lebih luas dalam menyusun kebijakan di industri otomotif. Sehingga ekosistem yang sehat dan daya saing kuatbisaterwujud.
Seperti diketahui, sejumlah brand memilih untuk berinovasi dalam menciptakan mobilitas ramah lingkungan dengan tak terpaku pada mobil listrik. Kukuh menyebutkan mobil jenis PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) menjadi salah satu yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.
Baca Juga: Gaikindo Mendukung Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik, tapi Juga Hybrid, LCGC, hingga ICE
"Ada kendaraan PHEV yang berhasil menempuh perjalanan Jakarta–Bali hanya dengan satu kali pengisian baterai dan satu kali pengisian bahan bakar, mencapai 1.300 kilometer. Jika teknologi ini digabung dengan bioetanol, potensi pengurangan emisinya luar biasa," ujarnya.
Kukuh berharap pemerintah bisa lebih luas dalam menyusun kebijakan di industri otomotif. Sehingga ekosistem yang sehat dan daya saing kuatbisaterwujud.
(dan)
Lihat Juga :