Invasi dari Semarang: Saat Bus Buatan Tangan Indonesia Siap Taklukkan Jalanan Sri Lanka

Sabtu, 05 Juli 2025 - 12:07 WIB
Kustomisasi Unik untuk Pasar Ekspor: Di sinilah kejelian Laksana terlihat. Berbeda dengan bus di Indonesia, unit ekspor ini hanya memiliki satu pintu penumpang di sisi kiri yang dioperasikan secara elektrik oleh pengemudi. "Sekali lagi karena ini pasar ekspor, jadi ada yang dibedakan," jelas Lang. Bahkan dasbornya pun menggunakan model dari seri SR2 yang lebih lawas, sebuah penyesuaian yang kemungkinan besar dilakukan untuk memenuhi permintaan spesifik dari pembeli.

Kemewahan di Dalam Kabin

Masuk ke dalam, nuansa premium langsung terasa. Lantainya menggunakan motif kayu yang elegan, menciptakan atmosfer yang hangat dan mewah. Sebanyak 45 kursi penumpang dengan konfigurasi 2-2 yang lega memastikan kenyamanan, apalagi setiap kursinya dilengkapi dengan sabuk pengaman tiga titik, setara dengan standar keamanan mobil pribadi.

Untuk hiburan, terpasang sebuah headunit Android 10 inci di dasbor dan sebuah televisi berukuran besar untuk penumpang. Fasilitas modern seperti cooler box (boks pendingin), dan serangkaian port charger USB tipe A dan C yang mendukung pengisian cepat juga tersedia, memastikan setiap penumpang tetap terhubung dan nyaman sepanjang perjalanan.

Pada akhirnya, ekspor ke Sri Lanka ini lebih dari sekadar soal menjual bus. Ini adalah sebuah misi pembuktian. Sebuah pesan kuat yang dikirim dari Semarang ke seluruh dunia, bahwa "Made in Indonesia" bukan lagi sekadar label, melainkan sebuah jaminan kualitas, inovasi, dan kemewahan yang siap bersaing di jalananmanapun.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!