Mengapa Harga Bekas Mobil Listrik Bisa Anjlok Setengah Harga Hanya dalam Dua Tahun?

Rabu, 09 Juli 2025 - 11:00 WIB

Jantung yang Menua dan Tak Bisa Dibohongi

Prof. Evvy Kartini, pendiri National Battery Research Institute (NBRI), mengungkap kebenaran yang pahit di balik fenomena ini. Menurutnya, kita harus berhenti melihat mobil listrik seperti mobil bensin. Ada satu perbedaan fundamental yang menjadi kunci dari semua masalah ini.

“Tentu saja kita harus melihat secara keseluruhan. Jantungnya EV itu baterai. Kalau bicara baterai, itu jantungnya transisi energi di dunia," kata Prof. Evvy di Jakarta.

Pernyataannya adalah sebuah pengingat keras. Tidak seperti mesin bensin yang komponennya bisa diganti satu per satu dengan biaya relatif terjangkau, baterai mobil listrik adalah sebuah kesatuan. Dan seperti jantung manusia, ia memiliki "umur".

"Baterai punya lifetime, misal 1.000 cycle (siklus pengisian daya). Ketika dipakai 500 cycle, berarti sisa setengahnya. Itu nggak bisa digantikan. Dalam sekian tahun harus ganti (seluruh paket) baterai," jelas Prof. Evvy.

Inilah akar masalahnya. Setiap kilometer yang Anda tempuh, setiap kali Anda mengisi daya, Anda secara harfiah sedang "menghabiskan" umur dari komponen termahal di mobil Anda.

Ketika tiba saatnya untuk menjual, calon pembeli baru dihadapkan pada sebuah risiko besar: mewarisi "jantung" yang sudah menua dan harus bersiap merogoh kocek ratusan juta rupiah untuk menggantinya di kemudian hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!