Kisah Rp160 Triliun Apple yang Lenyap & Resep Sukses Xiaomi Kuasai Pasar Mobil Listrik

Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:27 WIB
"Di antara perusahaan teknologi yang kini membuat mobil listrik, mereka yang sebelumnya memiliki produk perangkat keras tampaknya lebih sukses daripada mereka yang hanya memiliki perangkat lunak," ujar Paul Gong, kepala riset otomotif China di UBS Group AG.

Kritik Pedas dan Sisi Gelap di Balik Kesuksesan

Namun, jalan Xiaomi tidak sepenuhnya mulus. Kritik pedas terus menghujani mereka. Sedan SU7 mereka secara sinis dijuluki "Porsche Mi" karena desainnya yang dianggap meniru Porsche secara terang-terangan. "Tidak tahu malu," adalah deskripsi yang dilaporkan pernah dilontarkan oleh seorang wakil presiden dari SAIC, salah satu raksasa otomotif China.

Lebih parah lagi, sebuah kecelakaan fatal yang melibatkan SU7 pada bulan Maret, di mana teknologi assisted driving-nya sedang aktif, menjadi sebuah noda hitam yang sulit dihapus dan memicu pengawasan ketat dari otoritas.

Pertaruhan yang Belum Usai

Meskipun kesuksesan awalnya fenomenal, skala Xiaomi masih sangat kecil. Target pengiriman 350.000 unit pada 2025 terlihat seperti kurcaci jika dibandingkan dengan 4,3 juta unit yang dijual BYD atau 1,78 juta unit dari Tesla tahun lalu.

Mereka juga belum berani masuk ke pasar massal di bawah USD20.000 (sekitar Rp320 jutaan), arena di mana BYD menjadi raja tak terkalahkan.

"Xiaomi adalah pendatang baru di industri otomotif," aku Lei Jun di Weibo. Namun, ia menambahkan, di pasar yang didorong oleh teknologi dan inovasi, "selalu ada peluang bagi para pendatang baru."

Pada akhirnya, kisah Xiaomi ini adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana pragmatisme, kecepatan, dan kontrol rantai pasok bisa mengalahkan ambisi yang terlalu muluk. Namun, pertaruhan mereka belum usai.

Dengan rencana ekspansi global mulai 2027, mereka akan segera berhadapan dengan tembok tarif dan geopolitik yang tidak mereka temui di "rumah" mereka sendiri. Pertanyaannya kini, akankah resep rahasia yang berhasil di China ini cukup ampuh untuk menaklukkandunia?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!