Peta Kekuatan Mobil Listrik Dunia Terbelah: Eropa Melesat, China Dominan, Amerika Tertinggal Jauh
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:17 WIB
Sedikit retakan mulai terlihat pada penjualan mobil plug-in hybrid (PHEV) domestik yang justru turun 10% dari tahun lalu, menandakan pasar mulai selektif.
Meski begitu, Eropa bukanlah tanpa masalah. Prancis, salah satu pasar utamanya, justru terseok-seok dengan penjualan tahunan yang masih minus 11%.
Hal ini memaksa pemerintahnya merombak program subsidi untuk warga berpenghasilan rendah, membuktikan bahwa bahkan di Eropa, laju elektrifikasi sangat bergantung pada seberapa kuat dorongan kebijakan dari pemerintah.
Sebuah lonjakan permintaan memang diperkirakan terjadi pada kuartal ketiga, namun para analis melihatnya hanya sebagai euforia sesaat. Konsumen bergegas membeli sebelum insentif pajak berakhir pada 30 September, yang diprediksi akan diikuti oleh periode pasar yang kembali lesu.
Kebangkitan Tak Terduga Benua Biru, Eropa
Di seberang benua, Eropa menjadi bintang yang bersinar terang dengan lonjakan penjualan 30%, mencapai 2,3 juta unit. Jerman (+43%) dan Inggris (+32%) memimpin serangan. Namun, kuda hitam sesungguhnya adalah Italia. Berkat paket insentif baru senilai Rp11,2 triliun, penjualan EV di negara tersebut meroket 40%, sebuah kebangkitan yang mengejutkan.Meski begitu, Eropa bukanlah tanpa masalah. Prancis, salah satu pasar utamanya, justru terseok-seok dengan penjualan tahunan yang masih minus 11%.
Hal ini memaksa pemerintahnya merombak program subsidi untuk warga berpenghasilan rendah, membuktikan bahwa bahkan di Eropa, laju elektrifikasi sangat bergantung pada seberapa kuat dorongan kebijakan dari pemerintah.
Tragedi Sang Raksasa yang Mandek, Amerika
Kritik paling tajam tertuju pada Amerika Utara. Ketika seluruh dunia berlari, pasar di sana justru nyaris mandek dengan pertumbuhan hanya 2%. Ketidakpastian kebijakan, perang tarif, dan kebingungan strategi membuat para produsen mobil menelan kerugian "miliaran dolar" pada kuartal kedua.Sebuah lonjakan permintaan memang diperkirakan terjadi pada kuartal ketiga, namun para analis melihatnya hanya sebagai euforia sesaat. Konsumen bergegas membeli sebelum insentif pajak berakhir pada 30 September, yang diprediksi akan diikuti oleh periode pasar yang kembali lesu.
Lihat Juga :