Mengejutkan, Data 800.000 Mobil Menunjukkan Plug-in Hybrid Ternyata Sama Kotornya dengan Bensin
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 11:45 WIB
“Klaim berani yang suka dibuat oleh produsen tentang kendaraan plug-in hybrid mereka jelas-jelas meleset jauh.
Konsumen ditipu untuk percaya bahwa dengan membeli PHEV, mereka membantu lingkungan dan menghemat uang.
Kenyataannya, PHEV hanya sedikit lebih baik daripada mobil bensin dan diesel biasa dalam hal bahan bakar yang mereka konsumsi, CO2 yang mereka hasilkan, dan biaya operasionalnya.”
Temuan ini divalidasi oleh pakar independen. Patrick Plötz, Kepala Ekonomi Energi di Fraunhofer Institute, yang tidak terlibat dalam studi ini, menyebut laporan ini sebagai "kontribusi yang sangat berguna."
"Hasil ini menunjukkan, tanpa keraguan, bahwa kesenjangan antara konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 PHEV yang resmi dan yang sebenarnya jauh, jauh lebih besar daripada mobil bensin atau diesel," tegas Plötz.
Laporan ini muncul di tengah lobi politik yang intens dari industri otomotif untuk melemahkan target emisi Uni Eropa, termasuk rencana pelarangan mobil bermesin pembakaran pada tahun 2035. Politisi senior, seperti Kanselir Jerman, telah menyuarakan dukungan untuk memberikan "fleksibilitas" pada aturan tersebut, dengan PHEV sering disebut sebagaicontohnya.
Konsumen ditipu untuk percaya bahwa dengan membeli PHEV, mereka membantu lingkungan dan menghemat uang.
Kenyataannya, PHEV hanya sedikit lebih baik daripada mobil bensin dan diesel biasa dalam hal bahan bakar yang mereka konsumsi, CO2 yang mereka hasilkan, dan biaya operasionalnya.”
Temuan ini divalidasi oleh pakar independen. Patrick Plötz, Kepala Ekonomi Energi di Fraunhofer Institute, yang tidak terlibat dalam studi ini, menyebut laporan ini sebagai "kontribusi yang sangat berguna."
"Hasil ini menunjukkan, tanpa keraguan, bahwa kesenjangan antara konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 PHEV yang resmi dan yang sebenarnya jauh, jauh lebih besar daripada mobil bensin atau diesel," tegas Plötz.
Laporan ini muncul di tengah lobi politik yang intens dari industri otomotif untuk melemahkan target emisi Uni Eropa, termasuk rencana pelarangan mobil bermesin pembakaran pada tahun 2035. Politisi senior, seperti Kanselir Jerman, telah menyuarakan dukungan untuk memberikan "fleksibilitas" pada aturan tersebut, dengan PHEV sering disebut sebagaicontohnya.
(dan)
Lihat Juga :