Merek-merek Besar Otomotif China Bakal Habisi yang Tak Punya Modal Besar

Minggu, 04 Januari 2026 - 20:50 WIB
Menurut investor awal di sektor ini, era penggalangan dana yang mudah telah berakhir. Industri ini sekarang memasuki fase bertahan hidup, di mana hanya produsen yang menghasilkan keuntungan yang memiliki peluang untuk muncul sebagai pemenang, sementara yang lain menghadapi risiko kehabisan modal.

Sejauh ini, hanya beberapa nama besar seperti BYD, Seres, dan Li Auto yang berhasil melawan tren tersebut. Perusahaan-perusahaan ini diharapkan akan lebih agresif dalam menjelajahi pasar luar negeri untuk mencari pertumbuhan baru.

Sebuah studi oleh perusahaan konsultan internasional memperkirakan bahwa hanya sekitar 10 persen merek EV Tiongkok yang benar-benar menguntungkan dalam jangka panjang.

Di antara kisah yang lebih positif adalah Leapmotor, yang menerima investasi besar dari grup milik negara FAW. Kepemilikan saham minoritas senilai miliaran yuan memberi perusahaan kesempatan baru untuk mempercepat ekspansi.

Leapmotor menargetkan pengiriman satu juta kendaraan pada tahun 2026, berpotensi menjadi salah satu dari tiga produsen kendaraan listrik terbesar di Tiongkok, setelah BYD dan Geely.

CEO Leapmotor juga mengungkapkan target jangka panjang yang lebih ambisius, yaitu mencapai penjualan tahunan jutaan unit dalam dekade berikutnya, sambil menyempurnakan efisiensi produksi dan meningkatkan pengalaman berkendara pelanggan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!