Kiamat Industri Mobil Eropa: 1 dari 10 Mobil Terjual Buatan China

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:47 WIB
Sebagai contoh, di Inggris, BYD Seal U DM-i (plug-in hybrid) dibanderol mulai dari £33.340 atau sekitar Rp680,1 juta.

Bandingkan dengan rival terdekatnya, Volkswagen Tiguan eHybrid Match, yang dijual seharga £42.840 atau mencapai Rp873,9 juta.

Selisih hampir Rp193 juta ini menjadi alasan kuat mengapa konsumen kelas menengah di Spanyol, Yunani, Italia, hingga Inggris mulai meninggalkan loyalitas terhadap merek lokal.

"Perkembangan mobil China di Eropa sangat masif," tegas Roberto Vavassori, eksekutif Brembo NV yang memimpin asosiasi industri Anfia di Italia.

Ia memberikan peringatan keras bahwa tanpa langkah drastis, industri Eropa tidak akan mampu menggantikan lebih dari 110.000 pekerjaan yang hilang dalam 18 bulan terakhir. "Ini adalah masalah kelangsungan hidup bagi industri kami," tambahnya.

Dominasi yang Melampaui Rival Global

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, merek China berhasil melampaui rival berat asal Korea Selatan, termasuk Kia Corp, dalam basis penjualan kuartalan.

Mereka juga telah menyalip pabrikan Amerika Serikat di wilayah tersebut sejak kuartal kedua 2025.

Penetrasi ini bahkan lebih dalam jika menghitung mobil yang diproduksi di China namun menggunakan lencana Barat seperti Tesla, BMW, atau Renault.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!