Trump Usir 200 Ribu Sopir Truk Imigran di Tengah Krisis Perang Iran

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:46 WIB
200 ribu sopir truk imigran menghadapi kehancuran ekonomi setelah pemerintahan Trump resmi mencabut lisensi mengemudi komersial mereka, mengancam urat nadi logistik Amerika Serikat. Foto: ist
AMERIKA - Di saat roda ekonomi Amerika Serikat (AS) sedang terseok-seok menahan hantaman harga energi akibat perang Iran, pemerintahan Donald Trump justru menembak kakinya sendiri.

Mulai Senin ini, regulasi baru Departemen Transportasi yang diumumkan pada 11 Februari lalu resmi berlaku, secara bertahap mencabut lisensi mengemudi komersial (CDL) saat masa berlakunya habis bagi sekitar 200.000 sopir truk imigran berstatus pencari suaka, pengungsi, dan penerima DACA.



Menurut data Administrasi Keselamatan Pengangkut Kendaraan Bermotor Federal (FMCSA), para imigran ini memegang sekitar 5 persen dari total CDL di AS.

Di sisi lain, truk adalah urat nadi utama yang memindahkan lebih dari 70 persen kargo nasional.

Memangkas ketersediaan pekerja secara paksa di tengah kondisi kerja yang sudah memburuk dan gelombang deregulasi industri, hanya akan menciptakan krisis rantai pasok yang mencekik konsumen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!