Trump Usir 200 Ribu Sopir Truk Imigran di Tengah Krisis Perang Iran

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:46 WIB
Aleksei Semenovskii (41), pencari suaka asal Rusia yang menetap di Pennsylvania setelah kabur dengan tiga koper pada 2019, adalah potret nyata korban kebijakan kejam ini.

Mengemudi sejak 2020 dengan rekor mengemudi yang sepenuhnya bersih, ia selama empat tahun terakhir rutin mengangkut makanan, alat berat, bahan berbahaya, material bangunan, hingga barang pesanan Amazon melintasi 48 negara bagian bawah AS. Lisensinya dijadwalkan mati pada bulan September mendatang.

Kini, Aleksei terjebak utang pinjaman sebesar USD200.000 (Rp3,4 miliar) untuk membayar traktor dan truk gandeng miliknya, sembari harus terus menghidupi istri dan anak perempuannya yang berusia 14 tahun.

"Saya dipanggang di atas api terbuka padahal tidak melakukan hal ilegal," ratapnya.

Sayangnya, narasi politik di Washington dengan sengaja menutup mata pada fakta penderitaan ini. Saat pidato State of the Union, Presiden Donald Trump bahkan menuntut Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang lebih ketat.

Menteri Transportasi Sean P. Duffy secara serampangan menuduh pengemudi asing "membuat kekacauan di jalanan" dan mengancam menahan dana federal untuk negara bagian yang dianggap tak patuh, seperti California, New York, dan Pennsylvania. Sikap represif ini diamini oleh Lewie Pugh, Wakil
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!