Ford Menyerah pada Dominasi China: Rugi Rp331 Triliun, Penjualan EV Anjlok 52 Persen, Petinggi Bintang Mundur
Selasa, 21 April 2026 - 11:45 WIB
Maka, Ford terpaksa banting setir. Rencana Field yang terlalu melangit diturunkan. Mereka kini kembali fokus jualan mobil hybrid (campuran bensin dan listrik). Mobil hybrid Ford nyatanya laku keras. Tahun lalu terjual 228.072 unit, alias 10 persen dari total penjualan. Tumbuh 21,7 persen. Orang Amerika ternyata masih takut kehabisan baterai di tengah jalan.
Meski pergi, Field meninggalkan satu warisan yang akan dites pasar: proyek mobil listrik murah. Tahun depan, Ford berencana merilis pikap listrik seharga USD 30.000 (Rp510 juta). Bersama mantan orang Tesla, Alan Clarke, Field merancang pikap ini untuk membendung invasi mobil-mobil murah buatan Tiongkok. Sepeninggal Field, proyek ini diserahkan penuh ke Clarke.
Lalu bagaimana nasib divisi canggih yang ditinggalkan Field?
CEO Jim Farley memutuskan menggabungkannya kembali dengan tim produksi bensin yang dipimpin Kumar Galhotra. Dulu dipisah, sekarang dikawinkan lagi. Namanya jadi "Product Creation and Industrialization". Alasannya untuk efisiensi, mengingat Ford harus menyegarkan 80 persen lini produknya di Amerika Utara hingga 2029 nanti.
Ford sedang gagap. Rencana besar tahun 2030 (membuat hybrid dan EV menguasai 50% penjualan global mereka) rasanya makin berat tercapai jika bintang-bintang penemu teknologinya memilih angkat kaki.
(dan)
Lihat Juga :