Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot

Sabtu, 06 Juni 2026 - 15:59 WIB
Juara ketiga berada di angka Rp 264/km. Bayangkan murahnya biaya perjalanan menuju pegunungan.

Di area festival, edukasi dilakukan dengan cara menyenangkan. Ada Technology Zone. Zona ini dibagi menjadi empat ruang karakteristik: Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Pengunjung juga bisa membedah teknologi inti BYD lewat etalase Blade Battery, e-Platform 3.0, dan visualisasi DM Technology Display.

Head of PR & Gov Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut festival ini memadukan inovasi yang imersif. Ada arena teknologi, gaya hidup, komunitas, area makan (F&B), kegiatan anak, hingga zona pengalaman V2L (Vehicle-to-Load).

Semuanya diikat rapi lewat sistem digital. Registrasi memakai microsite, lalu terhubung lewat wristband dan kode QR.

Pengunjung bisa mengumpulkan poin untuk ditukar berbagai hadiah menarik. Pemerintah Kota Medan dan Dinas Pariwisata yang hadir menyambut baik inisiatif hijau ini.

Secara global, kiprah bisnis BYD sangat agresif. Lini bisnis mereka mencakup EV, rail transit, perangkat elektronik, hingga energi terbarukan.

Hingga 30 November 2025, BYD telah menjual lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru. Mereka eksis di 77 negara. Punya pabrik besar di Brasil, Hungaria, dan Thailand.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!