Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Kamis, 25 Juni 2026 - 10:32 WIB
"Pasar terus memperoleh manfaat dari permintaan konsumen yang kuat terhadap berbagai teknologi elektrifikasi di pasar-pasar utama Eropa. Kondisi ini didukung insentif pajak baru maupun yang diperbarui, serta berbagai program stimulus kendaraan ramah lingkungan," tulis ACEA.
Sebaliknya, kendaraan bermesin pembakaran internal mengalami penurunan tajam. Penjualan mobil bensin maupun diesel sama-sama turun sekitar 19 persen.
Perubahan preferensi konsumen juga mengubah peta persaingan industri otomotif Eropa.
Registrasi kendaraan dari Renault, Stellantis, dan Volkswagen turun antara 1-3 persen, menandakan tekanan kompetisi di tengah transisi menuju kendaraan elektrifikasi.
Sebaliknya, sejumlah produsen China mencatat pertumbuhan sangat tinggi. Leapmotor membukukan kenaikan penjualan 465,1 persen pada Mei 2026.
Chery naik 244,1 persen, sedangkan BYD meningkat 136,6 persen. Produsen lain seperti Geely dan SAIC juga masih bertumbuh masing-masing 12,6 persen dan 13,9 persen.
Sebaliknya, kendaraan bermesin pembakaran internal mengalami penurunan tajam. Penjualan mobil bensin maupun diesel sama-sama turun sekitar 19 persen.
Merek China Terus Menambah Pangsa Pasar
Perubahan preferensi konsumen juga mengubah peta persaingan industri otomotif Eropa.Registrasi kendaraan dari Renault, Stellantis, dan Volkswagen turun antara 1-3 persen, menandakan tekanan kompetisi di tengah transisi menuju kendaraan elektrifikasi.
Sebaliknya, sejumlah produsen China mencatat pertumbuhan sangat tinggi. Leapmotor membukukan kenaikan penjualan 465,1 persen pada Mei 2026.
Chery naik 244,1 persen, sedangkan BYD meningkat 136,6 persen. Produsen lain seperti Geely dan SAIC juga masih bertumbuh masing-masing 12,6 persen dan 13,9 persen.
Lihat Juga :