Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China

Jum'at, 03 Juli 2026 - 19:54 WIB
AS menutup pintu untuk Polestar mulai model year 2027, bukan karena mobilnya buatan China, melainkan karena pemiliknya Geely. Foto: Reuters
AMERIKA - Pada 26 Juni 2026, produsen EV asal Swedia Poltestar mengumumkan bahwa Departemen Perdagangan AS — melalui Bureau of Industry and Security — menolak memberikan otorisasi penjualan kendaraan mulai model year 2027.

Alasannya: Polestar mayoritas dimiliki oleh Geely, konglomerat otomotif asal China yang juga menguasai Volvo dan Lotus.



Apa Itu Connected Vehicle Rule yang Menjerat Polestar?

Regulasi ini pertama kali diberlakukan pada Januari 2025 di akhir pemerintahan Biden, dan dipertahankan penuh oleh pemerintahan Trump.

Aturannya melarang penjualan kendaraan terhubung (connected vehicle) yang dimiliki, dikendalikan, atau tunduk pada yurisdiksi China atau Rusia.

Teknologi yang Masuk dalam Larangan

Yang dimaksud "terhubung" bukan sekadar soal pabrik perakitan, melainkan infrastruktur digital di balik kendaraan:

Bluetooth

Wi-Fi

Konektivitas seluler

Sebagian teknologi komunikasi satelit

Perangkat lunak swakemudi (automated driving software)

Pemerintah AS beralasan bahwa perusahaan asal China bisa dipaksa berbagi data pengemudi atau memberi akses jarak jauh ke kendaraan yang beroperasi di Amerika Serikat.

Fakta yang Membuat Keputusan Ini Kontroversial

Polestar 3 dirakit di pabrik Volvo di Charleston, South Carolina. Polestar 4 dirakit di Busan, Korea Selatan. Tidak satu pun diproduksi di China. Namun keduanya tetap terkena larangan karena regulasi menyasar asal-usul perangkat lunak dan struktur kepemilikan — bukan lokasi pabrik.

Ironinya, Volvo — yang juga dimiliki Geely dan memproduksi sebagian mobil Polestar — justru mendapat pengecualian (waiver) pada Mei 2026. Polestar tidak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!