Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin

Jum'at, 17 Juli 2026 - 16:46 WIB
Data Deloitte terbaru bongkar sisi lain pasar otomotif Indonesia, konsumennya makin melek digital, tapi loyalitasnya makin rapuh. Foto: Sindonews
JAKARTA - Survei Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study: Southeast Asia Perspectives terhadap 6.013 responden di enam negara--termasuk lebih dari 1.000 orang Indonesia --mencatat sesuatu yang tidak terjadi di pasar lain: preferensi konsumen Indonesia terhadap kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) turun 7 poin persentase dibanding survei tahun sebelumnya. Ini penurunan tertajam di kawasan.

Bandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Empat negara ini justru mencatat kenaikan minat terhadap ICE pada periode yang sama. Indonesia jalan sendiri, berlawanan arus.



Meski begitu, realitasnya tetap jelas: 55 persen konsumen Indonesia masih memilih ICE.

Minat terhadap kendaraan hybrid dan listrik memang tumbuh ke angka 42 persen — peringkat ketiga di Asia Tenggara, tepat di bawah Thailand dan Singapura — tapi mayoritas belum berpindah.

Apa yang Menahan Adopsi NEV

Tiga hal disebut sebagai penghambat utama:

1.⁠ ⁠Kekhawatiran akses pengisian daya

2.⁠ ⁠Faktor biaya

3.⁠ ⁠Kesiapan infrastruktur pendukung untuk kendaraan energi baru (NEV)

Data soal infrastruktur pengisian daya ini yang paling mengungkap kesenjangan. Sebanyak 61 persen calon pembeli NEV berharap bisa mengisi daya di rumah.

Namun hanya 54 persen dari kelompok itu yang benar-benar punya akses alat pengisian residensial, sementara 34 persen sama sekali tidak punya akses pengisian di rumah.

Soal biaya, Indonesia juga mencatat rekor: 90 persen responden menyatakan biaya adalah pertimbangan penting saat memilih lokasi pengisian daya umum — angka tertinggi di Asia Tenggara.

Alasan Konsumen Beralih ke NEV

Ketika konsumen memang memutuskan pindah ke NEV, motivasinya cukup rasional dan berurutan:

•⁠ ⁠Biaya bahan bakar lebih rendah — 53 persen

•⁠ ⁠Kecepatan pengisian daya — 50 persen
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!