Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin

Jum'at, 17 Juli 2026 - 16:46 WIB

Konsumen Indonesia Paling Siap Menuju Mobil Digital

Kalau soal elektrifikasi Indonesia masih ragu-ragu, soal digitalisasi kendaraan justru sebaliknya, paling siap di kawasan.

Sebanyak 81 persen responden menilai konsep software-defined vehicle (SDV) bermanfaat, tertinggi di Asia Tenggara.

Sebanyak 78 persen menyatakan kemungkinan akan memakai fitur personalisasi berbasis AI yang otomatis menyesuaikan suhu, posisi kursi, dan pencahayaan kabin. Ini tertinggi kedua setelah Vietnam.

Ketertarikan memakai mobil sebagai platform digital. Untuk pengiriman paket, asuransi dinamis, hingga layanan otonom on-demand. Mencapai 68 persen, posisi kedua setelah Vietnam.

Kesediaan membayar untuk layanan konektivitas juga tinggi:

•⁠ ⁠Pelacakan anti-pencurian: 90 persen

•⁠ ⁠Bantuan darurat: 85 persen

•⁠ ⁠Laporan kondisi kendaraan: 81 persen

•⁠ ⁠Deteksi otomatis kendaraan dan pejalan kaki: 76 persen

Roy David Kiantiong, Consumer Industry Leader Deloitte Indonesia, menyimpulkan tantangan yang dihadapi merek otomotif di Indonesia:

"Konsumen sangat terbuka terhadap elektrifikasi, namun di sisi lain tetap mengkhawatirkan tantangan dalam proses adopsinya. Mereka juga termasuk kelompok yang paling adaptif secara digital di kawasan ini, meski loyalitas terhadap suatu merek cenderung terbatas. Perusahaan yang mampu menyelaraskan strategi, teknologi, dan kemitraan ekosistem. Mulai dari kepemilikan, servis berkala, pengisian daya, hingga keterlibatan digital akan berada di posisi terbaik untuk memenangkan pasar Indonesia," bebernya.

Deloitte berencana merilis laporan lanjutan khusus pasar kendaraan listrik Indonesia pada Agustus 2026.

FAQ

Berapa persen konsumen Indonesia yang tertarik mobil listrik dan hybrid?

42 persen, peringkat ketiga di Asia Tenggara setelah Thailand dan Singapura.

Kenapa banyak konsumen Indonesia masih pilih mobil ICE?

Karena kekhawatiran akses pengisian daya, faktor biaya, dan kesiapan infrastruktur NEV. Sebanyak 55 persen konsumen masih memilih ICE.

Kapan insentif kendaraan listrik pemerintah Indonesia mulai berlaku?

Pemerintah memastikan rencana insentif untuk mobil dan sepeda motor listrik mulai Juni 2026.

Berapa banyak konsumen Indonesia yang berpindah merek mobil?

41 persen sudah pindah merek pada pembelian terakhir — tertinggi di Asia Tenggara — dan 69 persen dari mereka berniat pindah lagi.

Apa itu software-defined vehicle dan kenapa penting bagi konsumen Indonesia?

SDV adalah kendaraan yang fitur dan fungsinya dikendalikan lewat perangkat lunak, memungkinkan pembaruan dan personalisasi otomatis. Sebanyak 81 persen konsumen Indonesia menilainya bermanfaat, tertinggi di kawasan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!