Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB
Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China. FOTO/ CNC
BEIJING - Penurunan tajam dalam penjualan bisa menjadi alasan Honda meninggalkan pasar Tiongkok, tetapi produsen mobil Jepang itu memilih untuk memperpanjang usaha patungannya dengan GAC hingga tahun 2038.
Seperti banyak produsen mobil asing tradisional lainnya, Honda telah mengalami penurunan penjualan yang drastis diChinadalam beberapa tahun terakhir.
Namun, alih-alih menarik diri, perusahaan tersebut justru mengumumkan perpanjangan perjanjian usaha patungan selama 10 tahun dengan mitranya, Guangzhou Automobile Group (GAC). Kontrak antara Honda dan GAC awalnya dijadwalkan berakhir pada tahun 2028.
Honda dan GAC mulai berkolaborasi dalam produksi mobil di Tiongkok pada tahun 1999. Hingga saat ini, usaha patungan tersebut telah menjual lebih dari 11 juta kendaraan kepada pelanggan Tiongkok. Perjanjian baru ini akan memperpanjang operasi usaha patungan hingga tahun 2038, saat transisi ke kendaraan listrik di Tiongkok diproyeksikan hampir selesai.
Meskipun mengalami penurunan penjualan sebesar 60%, Honda tetap bertekad untuk mempertahankan pangsa pasar di Tiongkok.
Seperti banyak produsen mobil asing tradisional lainnya, Honda telah mengalami penurunan penjualan yang drastis diChinadalam beberapa tahun terakhir.
Namun, alih-alih menarik diri, perusahaan tersebut justru mengumumkan perpanjangan perjanjian usaha patungan selama 10 tahun dengan mitranya, Guangzhou Automobile Group (GAC). Kontrak antara Honda dan GAC awalnya dijadwalkan berakhir pada tahun 2028.
Honda dan GAC mulai berkolaborasi dalam produksi mobil di Tiongkok pada tahun 1999. Hingga saat ini, usaha patungan tersebut telah menjual lebih dari 11 juta kendaraan kepada pelanggan Tiongkok. Perjanjian baru ini akan memperpanjang operasi usaha patungan hingga tahun 2038, saat transisi ke kendaraan listrik di Tiongkok diproyeksikan hampir selesai.
Meskipun mengalami penurunan penjualan sebesar 60%, Honda tetap bertekad untuk mempertahankan pangsa pasar di Tiongkok.
Lihat Juga :