Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China

Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB
Jika Honda ingin merebut kembali posisinya, mereka perlu mengembangkan model-model dengan harga kompetitif dan teknologi yang menarik.

Meskipun memiliki desain dan posisi yang berbeda dibandingkan dengan produk Honda yang dijual di pasar Barat, kedua model tersebut belum berhasil menarik minat yang signifikan di Tiongkok. Ini juga merupakan tantangan yang harus diatasi oleh produk generasi Honda berikutnya.

Sebelumnya, pada April 2026, muncul informasi di industri otomotif bahwa Honda akan menghentikan operasional salah satu dari dua pabrik manufaktur kendaraan bertenaga bensinnya yang bermitra dengan GAC pada Juni 2026. Pada saat yang sama, Honda juga mempertimbangkan untuk menangguhkan sementara operasional pabrik lain dalam usaha patungan dengan Dongfeng tahun depan.

Honda sedang mempertimbangkan untuk menangguhkan sementara usaha patungan mereka dengan Dongfeng.

Pengurangan ukuran ini terjadi setelah Honda mengumumkan pengurangan nilai bisnisnya di Tiongkok bulan lalu sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran strategi kendaraan listriknya yang menelan biaya hingga USS15,7 miliar.

Biaya ini diproyeksikan akan mengakibatkan perusahaan mencatat kerugian tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun sejak IPO-nya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!