Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB
Mengingat penurunan penjualan saat ini, keluarnya Honda dari pasar Tiongkok bukanlah hal yang mengejutkan. Pada tahun 2020, perusahaan tersebut menjual 1,62 juta kendaraan di Tiongkok melalui usaha patungannya dengan GAC dan Dongfeng.
Namun, hingga tahun lalu, total penjualan Honda di pasar ini telah turun menjadi hanya sekitar 640.000 kendaraan, dengan usaha patungan GAC menyumbang 340.000 unit dan sisanya berasal dari Dongfeng. Ini adalah kesenjangan besar yang kini coba diatasi oleh Honda.
Dalam pernyataan yang dikirimkan ke Nikkei Asia, juru bicara Honda mengatakan: "Mempertahankan operasional bisnis membutuhkan jangka waktu yang cukup lama, sementara pasar otomotif Tiongkok berubah sangat cepat. Oleh karena itu, kami mengambil keputusan ini untuk memberikan lebih banyak waktu untuk menilai lingkungan bisnis."
Honda dan GAC mulai berkolaborasi dalam produksi mobil di China pada tahun 1999. Hingga saat ini, usaha patungan tersebut telah menjual lebih dari 11 juta kendaraan kepada pelanggan di China.
Namun, melanjutkan usaha patungan tersebut tidak menjamin kesuksesan Honda di Tiongkok. Meskipun pasar secara keseluruhan memasuki periode pertumbuhan yang lebih lambat, konsumen Tiongkok semakin menyukai merek domestik. Banyak produsen mobil domestik Tiongkok kini mampu memproduksi model yang memenuhi standar internasional dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk merebut kembali posisinya, Honda perlu mengembangkan model dengan harga kompetitif dan teknologi yang menarik. Pada tahun 2024, perusahaan meluncurkan lini kendaraan listrik Ye di Tiongkok, yang terdiri dari dua model: P7, yang diproduksi melalui usaha patungan dengan GAC, dan S7, hasil kolaborasi dengan Dongfeng.
Namun, hingga tahun lalu, total penjualan Honda di pasar ini telah turun menjadi hanya sekitar 640.000 kendaraan, dengan usaha patungan GAC menyumbang 340.000 unit dan sisanya berasal dari Dongfeng. Ini adalah kesenjangan besar yang kini coba diatasi oleh Honda.
Dalam pernyataan yang dikirimkan ke Nikkei Asia, juru bicara Honda mengatakan: "Mempertahankan operasional bisnis membutuhkan jangka waktu yang cukup lama, sementara pasar otomotif Tiongkok berubah sangat cepat. Oleh karena itu, kami mengambil keputusan ini untuk memberikan lebih banyak waktu untuk menilai lingkungan bisnis."
Honda dan GAC mulai berkolaborasi dalam produksi mobil di China pada tahun 1999. Hingga saat ini, usaha patungan tersebut telah menjual lebih dari 11 juta kendaraan kepada pelanggan di China.
Namun, melanjutkan usaha patungan tersebut tidak menjamin kesuksesan Honda di Tiongkok. Meskipun pasar secara keseluruhan memasuki periode pertumbuhan yang lebih lambat, konsumen Tiongkok semakin menyukai merek domestik. Banyak produsen mobil domestik Tiongkok kini mampu memproduksi model yang memenuhi standar internasional dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk merebut kembali posisinya, Honda perlu mengembangkan model dengan harga kompetitif dan teknologi yang menarik. Pada tahun 2024, perusahaan meluncurkan lini kendaraan listrik Ye di Tiongkok, yang terdiri dari dua model: P7, yang diproduksi melalui usaha patungan dengan GAC, dan S7, hasil kolaborasi dengan Dongfeng.
Lihat Juga :