Mitsubishi Indonesia Minta Maaf Pengiriman Mobil PPnBM Terhambat
Senin, 31 Mei 2021 - 23:00 WIB
“Kami ingin mengkonfirmasi berita yang beredar saat ini terkait kelangkaan komponen semikonduktor, memiliki dampak yang terbatas terhadap pasar Indonesia. MMC secara global telah melakukan beragam upaya serta persiapan untuk mengamankan produksi dan pasokan unit di Indonesia. Sehingga kami pastikan bahwa aktivitas penjualan MMKSI tetap berjalan seperti biasa,” ujar Naoya Nakamura.
Baca juga : Biar Kekinian, Wajah Toyota Innova Lama Dibuat Seperti Lexus
Keterangan Mitsubishi juga mengkonfirmasi pernyataan Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sebelumnya. Dalam webinar Staying Ahead of Digital Supply Chain Disruption During and Post Covid-19 Pandemic, yang diselenggarakan RS Component baru-baru ini Kukuh Kumara mengatakan krisis semi konduktor yang akan dialami di Indonesia tidak akan separah negara-negara lainnya. Hal itu terjadi karena level produk otomotif yang dibuat di Indonesia berbeda dengan yang ada di luar negeri.
"Di luar negara produk otomotifnya sangat komplek dan sangat membutuhkan semikonduktor . Di Indonesia memang ada tapi jumlahnya tidak banyak," ujar Kukuh Kumara ketika mengisi
Dia melanjutkan saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi dari pelaku industri otomotif nasional yang akan menghentikan produksi mereka akibat krisis tersebut. Hal ini berbeda dengan industri otomotif negara lain seperti di Jepang yang justru sudah melakukan penghentian aktivitas produksi.
Baca juga : Biar Kekinian, Wajah Toyota Innova Lama Dibuat Seperti Lexus
Keterangan Mitsubishi juga mengkonfirmasi pernyataan Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sebelumnya. Dalam webinar Staying Ahead of Digital Supply Chain Disruption During and Post Covid-19 Pandemic, yang diselenggarakan RS Component baru-baru ini Kukuh Kumara mengatakan krisis semi konduktor yang akan dialami di Indonesia tidak akan separah negara-negara lainnya. Hal itu terjadi karena level produk otomotif yang dibuat di Indonesia berbeda dengan yang ada di luar negeri.
"Di luar negara produk otomotifnya sangat komplek dan sangat membutuhkan semikonduktor . Di Indonesia memang ada tapi jumlahnya tidak banyak," ujar Kukuh Kumara ketika mengisi
Dia melanjutkan saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi dari pelaku industri otomotif nasional yang akan menghentikan produksi mereka akibat krisis tersebut. Hal ini berbeda dengan industri otomotif negara lain seperti di Jepang yang justru sudah melakukan penghentian aktivitas produksi.
Lihat Juga :