Riset Sebut Pelonggaran PSBB dan New Normal Ramai Dibicarakan di Twitter

Selasa, 09 Juni 2020 - 19:02 WIB
Sebaran lokasi percakapan didominasi di Jakarta, kemudian diikuti Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Banten, dan kota-kota lainnya di Indonesia. “Kalau dari sebaran berdasarkan media, 80% di Twitter, 13% media massa online, 4% Instagram, dan 3% Facebook,” kata Ridwan, saat diskusi secara virtual dengan media, Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut, Ridwan menuturkan, ketika pemerintah melemparkan isu pelenggaran PSBB dan persiapan new normal, dari total percakapan di periode pertama, terekam sebanyak 49% di antaranya menunjukkan sentimen negatif, 37% sentimen positif, dan 14% netral.

“Di periode kedua Total percakapan 22.305, 85% di sosmed dan 15% di media massa. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan periode pertama,” imbuhnya.

Kampanye new normal dan pelonggaran PSBB yang digaungkan pemerintah dianggap tidak tepat. Sebab, kasus positif harian virus corona masih sangat tinggi. Tercatat, pada 6 Juni kasus baru positif corona mencapai angka 993 jiwa.

Penelitian ini juga menunjukkan, percakapan terkait pelonggaran PSBB dan new normal di sosial media sebenarnya tidak terlalu banyak. Angkanya menjadi meningkat setelah pada 26 Mei muncul pemberitaan Presiden Joko Widodo mengunjungi salah satu mall di Bekasi, yang disebut sebagai persiapan menuju new normal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!