Chip Semakin Langka, Pengamat Sebut Produksi Otomotif Terancam Berhenti Total

Rabu, 12 Januari 2022 - 13:36 WIB
“Ada permintaan yang besar untuk chip karena semakin banyak produk yang terhubung secara digital dan menjadi sumber kehidupan berbagai jenis barang seperti ponsel dan kendaraan pintar.

“Konektivitas ini akan tumbuh dengan teknologi baru seperti 5G yang akan mendorong transformasi digital di semua industri dan bisnis seperti yang kita saksikan sekarang,” katanya.

Sebuah laporan Deloitte menyatakan, konsumen pada pertengahan 2021 harus menunggu antara 20 hingga 52 minggu untuk berbagai jenis semikonduktor.

Situasi tersebut menyebabkan sektor manufaktur terganggu atau terpaksa ditutup yang menyebabkan hilangnya pendapatan mencapai ratusan miliar dolar.

Pada akhir tahun, masa tunggu ini akan dikurangi menjadi 10 hingga 20 minggu dengan industri produksi chip diperkirakan akan pulih pada awal 2023, menurut perkiraan Deloitte.

Karena kekurangan pasokan chip terus berlanjut, banyak perusahaan semikonduktor meningkatkan upaya untuk membangun kapasitas produksi baru. Pada bulan September tahun lalu, pembuat chip Jerman Infineon Technologies AG membuka pabrik berteknologi tinggi di Austria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!