Bensin Bertimbal Diduga Turunkan IQ Lebih dari Setengah Populasi Amerika

Minggu, 13 Maret 2022 - 16:00 WIB
Bensin bertimbal baru dilarang beredar di Amerika Serikat pada 2000. Larangan dilakukan karena memang tingkat kerusakan bensin bertimbal yang sangat tinggi tidak hanya lingkungan juga menyebabkan penyakit.

Baca juga : Nasib Nahas 2 Mobil Konsep Nissan yang Berakhir di Tempat Pembuangan

Dalam penelitian yang dilakukan Duke University itu disebutkan hasil pembakaran bensin bertimbal memang sangat berbahaya.Hasil pembakarannya dapat masuk ke otak. Hal itu dapat mengganggu sinyal saraf dan membunuh sel-sel otak. Anak-anak sangat rentan karena logam mengganggu perkembangan otak.

Dalam penelitian itu Aaron Ruben menggunakan data dari survei nasional. Mereka kemudian menganalisis kadar timbal yang beredar pada lebih dari 11.600 anak berusia 1 hingga 5 tahun dari sampel darah yang diambil antara 1976 dan 2016.

Hasilnya menunjukkan setengah dari populasi Amerika saat ini mengalami peningkatan kadar timbal dalam darah akibat paparan di masa kanak-kanak. Mereka memperkirakan bahwa paparan timbal mungkin telah menyebabkan penurunan IQ rata-rata 2,6 poin. Orang yang lahir pada pertengahan hingga akhir 1960-an mungkin kehilangan rata-rata 5,9 poin.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!