Daihatsu Akui Mobil Listrik Murah Buatan China Ancaman Terbesar Otomotif Jepang
Selasa, 15 Maret 2022 - 20:13 WIB
Daihatsu diperkirakan akan memperkenalkan EV pertamanya pada tahun 2025 dengan perkiraan harga 1 juta yen, jauh lebih mahal daripada sejumlah mini EV dari China. Meski lebih mahal, Okudaira yakin permintaan EV kei-cars yang menawarkan ruang kabin luas akan tetap tinggi.
Okudaira mengatakan kepada Daihatsu saat ini sedang mempertimbangkan elektrifikasi model Mira e: S dan kemungkinan akan meluncurkan versi EV dari truk komersial Hijet dengan harga yang sama dengan varian bensin.
Pembuat mobil kompak bekerja dengan beberapa produsen lain untuk menggemparkan berbagai modelnya. Mereka akan melakukan apa saja untuk mengendalikan biaya baterai.
Daihatsu sedang menjajaki berbagai opsi, termasuk membeli baterai buatan China. Langkah ini akan melibatkan investasi miliaran yen untuk menawarkan kendaraan EV baru pada tahun 2030.
''Jadi, kami bekerja sama dengan perusahaan induk, Toyota Motor . Kami juga bekerja sama dengan Suzuki Motor untuk mengembangkan model EV, serta berpartisipasi dalam kolaborasi antara Toyota dan Isuzu untuk menghasilkan teknologi terkait,” tutupnya.
Okudaira mengatakan kepada Daihatsu saat ini sedang mempertimbangkan elektrifikasi model Mira e: S dan kemungkinan akan meluncurkan versi EV dari truk komersial Hijet dengan harga yang sama dengan varian bensin.
Pembuat mobil kompak bekerja dengan beberapa produsen lain untuk menggemparkan berbagai modelnya. Mereka akan melakukan apa saja untuk mengendalikan biaya baterai.
Daihatsu sedang menjajaki berbagai opsi, termasuk membeli baterai buatan China. Langkah ini akan melibatkan investasi miliaran yen untuk menawarkan kendaraan EV baru pada tahun 2030.
''Jadi, kami bekerja sama dengan perusahaan induk, Toyota Motor . Kami juga bekerja sama dengan Suzuki Motor untuk mengembangkan model EV, serta berpartisipasi dalam kolaborasi antara Toyota dan Isuzu untuk menghasilkan teknologi terkait,” tutupnya.
(wbs)
Lihat Juga :