Volkswagen Berambisi Kalahkan Tesla Sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia
Kamis, 30 Juni 2022 - 21:58 WIB
Diess, yang bertanggung jawab atas Grup Volkswagen sejak 2018, menambahkan bahwa Volkswagen telah meningkatkan volume produksi untuk EV-nya di China setelah penutupan akibat COVID-19 dan di Zwickau, Jerman, berkat berkurangnya kemacetan pasokan semikonduktor. Volkswagen menargetkan volume produksi sekitar 800.000 unit kendaraan listrik tahun ini.
Volkswagen menargetkan, memproduksi 1,2 juta pada 2023 setelah perombakan besar-besaran fasilitasnya. Tesla, sementara itu, memperkirakan output sekitar 1,5 juta EV pada awal 2022. “Kami harus menangkap peluang ini dan mengejarnya dengan cepat. Pada tahun 2025, kita bisa memimpin,” kata Diess.
Sementara Elon Musk telah menyarankan pabrik baru Tesla di AS dan Jerman setelah kerugian miliaran dolar karena kombinasi masalah pengiriman di pelabuhan China dan kekurangan baterai. “Baik pabrik Berlin dan Austin adalah tungku uang raksasa saat ini," katanya kepada Tesla Owners of Silicon Valley pada bulan Mei.
Baca juga; Aliansi Ford-Volkswagen Banyak Targetkan Produk Masa Depan
Pabrik Tesla di China juga sangat terpengaruh oleh penutupan terkait pandemi COVID-19. Namun, Musk tidak setuju dengan klaim bahwa Tesla akan tertinggal dari saingannya di Jerman. “Dua tahun terakhir telah menjadi mimpi buruk dari gangguan rantai pasokan, satu demi satu, dan kami belum keluar darinya,” kata Musk.
Volkswagen menargetkan, memproduksi 1,2 juta pada 2023 setelah perombakan besar-besaran fasilitasnya. Tesla, sementara itu, memperkirakan output sekitar 1,5 juta EV pada awal 2022. “Kami harus menangkap peluang ini dan mengejarnya dengan cepat. Pada tahun 2025, kita bisa memimpin,” kata Diess.
Sementara Elon Musk telah menyarankan pabrik baru Tesla di AS dan Jerman setelah kerugian miliaran dolar karena kombinasi masalah pengiriman di pelabuhan China dan kekurangan baterai. “Baik pabrik Berlin dan Austin adalah tungku uang raksasa saat ini," katanya kepada Tesla Owners of Silicon Valley pada bulan Mei.
Baca juga; Aliansi Ford-Volkswagen Banyak Targetkan Produk Masa Depan
Pabrik Tesla di China juga sangat terpengaruh oleh penutupan terkait pandemi COVID-19. Namun, Musk tidak setuju dengan klaim bahwa Tesla akan tertinggal dari saingannya di Jerman. “Dua tahun terakhir telah menjadi mimpi buruk dari gangguan rantai pasokan, satu demi satu, dan kami belum keluar darinya,” kata Musk.
(wib)
Lihat Juga :